Malang (beritajatim.com) – Fernando Valente dihadapkan pada dua pekerjaan rumah besar usai resmi menjadi pelatih Arema FC. Dia harus mampu mengangkat mental pemain yang terpuruk imbas 9 laga tanpa kemenangan.
Tidak hanya itu, Fernando Valente juga dipasang target untuk segera keluar dari zona degradasi. Sebab, jika tidak kunjung meraih kemenangan bukan tidak mungkin Arema FC akan turun kasta di akhir musim nanti.
“Kita bisa jatuh tetapi kita akan jatuh dengan kehormatan dan selalu memberikan yang terbaik. Ini yang bisa saya janjikan. Bersatu kita akan selalu lebih kuat,” ujar Fernando Valente, Kamis, (24/8/2023).
Pelatih asal Portugal itu pun mulai mempelajari problem utama Arema FC jeblok di musim ini. Satu diantaranya adalah faktor kandang rasa tandang. Dimana Arema FC yang berkantor di Malang harus bermain dan bermarkas di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Baca Juga: Viral, Aksi Pencurian Kotak Amal di Masjid Baiturrohman Palang Tuban Terekam CCTV
“Saya ingin memberikan penghormatan dan semua rasa hormat saya kepada para pahlawan yang membela sejarah klub ini di lapangan. Karena bukan salah mereka jika mereka harus bermain jauh dari kota mereka, keluarga mereka dan teman teman mereka,” imbuh Fernando Valente.
Mantan pelatih Estoril U-23 ini menyebutkan, bahwa situasi ini memang sulit untuk Arema FC. Perjalanan jauh juga berpengaruh pada kebugaran tim. Hal ini dianggap sebagai penyebab buruknya permainan Arema FC musim ini.
“Tapi yang terburuk adalah mereka tidak bisa mempersiapkan diri dengan cara terbaik untuk pertandingan seperti tim lain. Karena dengan perjalanan yang terus menerus, mereka tidak bisa cukup berlatih seperti tim lain. Sekali lagi bukan salah mereka harus seperti itu,” ujar Fernando Valente. (Luc/ian)






