Bojonegoro (beritajatim.com) – Sejumlah warga Desa Sarirejo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro ramai-ramai menangkap ikan munggut, istilah warga dengan fenomena ikan mabok sehingga naik ke permukaan Sungai Bengawan Solo.
Warga menangkap ikan munggut dengan menggunakan tangan kosong, maupun jaring. Fenomena ikan munggut di sungai Bengawan Solo ini sudah sering terjadi. Setiap kali ada ikan munggut warga bantaran sungai terpanjang di Pulau Jawa itu pesta ikan.
Menurut salah satu Warga Desa Sarirejo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro Andika, fenomena munggut ini biasanya ikan-ikan banyak yang muncul ke permukaan dan berenang ke tepian karena kondisi debit air naik dan keruh.
Selain itu, tumbuhan liar seperti eceng gondok turut mengalir bersama dengan reranting dan sampah. Maboknya ikan di Desa Sarirejo itu diperkirakan mulai siang. “Setiap air naik ikan-ikan munggut (mabok) dan ke tepian,” ujarnya, Rabu (6/12/2023).
Warga yang menangkap ikan saat munggut ini cukup banyak. Ikan yang didapat juga tak tanggung-tanggung. Jenis ikan yang ditangkap beragam, mulai ikan rengkik, gloso, areng, bader, jambal dan ikan garingan. Ikan hasil tangkapan biasanya di masak sendiri, namun juga banyak yang dijual. “Saat sedang munggut (ikan mabuk) ini merupakan pesta warga tepian sungai. Ada yang dimasak sendiri tapi juga ada yang dijual,” pungkasnya. [lus/kun]
BACA JUGA: DPRD Bojonegoro Janjikan Penyelesaian Tambang Sumuragung






