Ringkasan Berita:
- Pebiliar Febrian asal SV Magetan menjuarai Nine Ball Piala Walikota Surabaya 2026.
- Febrian mengalahkan unggulan tuan rumah Rudi Soho dengan skor telak 7-2.
- Turnamen diikuti 256 peserta dari berbagai daerah hingga luar negeri.
- Juara pertama membawa pulang trofi bergengsi dan uang pembinaan Rp100 juta.
Surabaya (beritajatim.com) – Turnamen Nine Ball Piala Walikota Surabaya 2026 sukses digelar di Galaxy Pool Jalan Pandegiling, Surabaya, dengan pebiliar asal Klub SV Magetan, Febrian, keluar sebagai juara usai menumbangkan unggulan tuan rumah Rudi Soho pada partai final, Minggu (10/5/2026) malam.
Kejuaraan biliar bergengsi tahunan tersebut berlangsung sejak 5 Mei 2026 dan menjadi salah satu ajang kompetisi terbesar di Surabaya dengan ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Pada laga final, Rudi Soho yang bermain di kandang sendiri awalnya tampil meyakinkan dengan keunggulan cepat 2-0, didukung penuh oleh atlet dan pecinta billiard Surabaya yang memadati arena pertandingan.
Namun dominasi awal tersebut tidak bertahan lama setelah Febrian tampil luar biasa solid dan agresif.
Pebiliar asal Magetan itu perlahan mengambil alih permainan melalui performa minim kesalahan, tekanan konsisten, dan penyelesaian yang efektif.
Rudi Soho mulai kesulitan mengembangkan permainan setelah beberapa sodokan penting meleset dari target, sementara Febrian semakin percaya diri dan tampil dominan.
Febrian akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan telak 7-2 sekaligus membungkam publik tuan rumah.
Kemenangan tersebut memastikan Febrian meraih gelar juara pertama Nine Ball Piala Walikota Surabaya 2026 serta membawa pulang trofi bergengsi dan uang pembinaan sebesar Rp100 juta.
Sementara itu, Rudi Soho sebagai runner-up memperoleh hadiah pembinaan Rp40 juta.
Ketua POBSI Surabaya sekaligus penyelenggara turnamen, Wahjoedi Basuki, menjelaskan bahwa kompetisi tahun ini diikuti 256 peserta dari berbagai wilayah seperti Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, hingga peserta internasional dari Filipina.
“Hadiah pembinaan untuk juara 1 Rp 100 juta, runner up Rp 40 juta, peringkat 3 bersama masing-masing Rp 15 juta. Lalu ada uang pembinaan untuk 8 besar Rp 5 juta, 16 besar Rp 2 juta dan 32 besar Rp 1,5 juta. Totalnya sekitar Rp 254 juta,” terangnya.
Menurut Wahjoedi, kejuaraan ini menjadi bagian dari komitmen POBSI Surabaya dalam mendorong perkembangan olahraga biliar sekaligus membuka peluang lahirnya atlet muda potensial.
“POBSI Surabaya sangat ingin ada pebiliar muda Surabaya yang bisa berprestasi di skala nasional bahkan internasional,” tutupnya. [ang/beq]






