Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (Unisma) memberikan pelatihan literasi keuangan pada sejumlah UMKM se Malang Raya. Acara ini sebagai implementasi entrepreneur university untuk meningkatkan literasi keuangan digital masyarakat.
Dekan FEB UNISMA Nur Diana SE, MSi, CBV, CERA., salah satu kewajiban dalam Tri Dharma perguruan tinggi adalah pengabdian pada masyarakat. Pelatihan UMKM se Malang Raya sebagai respon rendahnya kompetensi pelaku UMKM untuk menyusun laporan keuangan sebagaimana disampaikan.
Dijelaskan Diana, acara ini menggandeng Tugu Media Group, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, dan Zahir Accounting. Pelatihan pada UMKM sebagai representasi dari bentuk moral obligation dalam menghadapi problematika yang dihadapi UMKM Indonesia khususnya Malang.
“UMKM menjadi tulang punggung perekonomian negara Indonesia. Banyak kontribusi yang diberikan seperti penyerapan tenaga kerja, menyumbang dalam perekonomian Indonesia dan lainnya. Namun, UMKM di Indonesia masih menyimpan segudang masalah,” kata Dekan FEB Unisma.
Salah satu masalah yang dihadapi UMKM berupa rendahnya kemampuan membuat perencanaan keuangan. Selain itu, masalah lainnya dalam bentuk rendahnya kemampuan menyusun laporan keuangan sederhana.
“Walau ada yang mampu membuat pencatatan, sistem pembukuan UMKM masih sederhana dan cenderung mengabaikan kaidah administrasi keuangan standar. Inilah yang harus segera diatasi,” katanya.
Masalah tersebut dapat menghambat UMKM untuk tumbuh dan berkembang. Apalagi jika ekspansi usaha membutuhkan pendanaan dari pihak eksternal maka butuh laporan keuangan yang menyampaikan kinerja keuangan dan pertumbuhannya.
“Belum lagi perencanaan keuangan, seseorang bisa mengerti bagaimana setiap keputusan keuangan yang dibuat berdampak pada kemampuan pengelolaan keuangan baik individu maupun usaha yang dijalankannya,” katanya menutup.
Pada kesempatan yang sama, CEO Tugu Media Group Irham Thoriq menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai upaya memberikan solusi untuk pelaku UMKM menghadapi tantangan wirausaha ke depan. UMKM diharapkan naik kelas dengan melaksanakan pelaporan keuangan sebagaimana korporasi besar.
“UMKM menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia sehingga dibutuhkan literasi keuangan yang baik bagi pelaku UMKM,” ujarnya.
Irham berharap peserta bisa mengikuti pelatihan dengan lancar sehingga mampu menambah wawasan dan ketika selesai pelatihan. Ilmu yang diperoleh dapat dimanfaatkan guna mengembangkan usaha yang lebih baik. “Kami berharap peserta dapat mengikuti pelatihan secara fokus supaya bermanfaat bagi pengembangan bisnis UMKM,” katanya.
Akademisi maupun praktisi hadir mengisi pelatihan. Dekan FEB Unisma dan tiga dosen akuntansi FEB Unisma, yaitu Arista Fauzi Kartika Sari S.Pd M.SA., Dewi Diah Fakhriyyah S.E., M.SA., dan Nuril Badria S.Ak M.Ak., yang berpengalaman di kantor akuntan publik, perusahaan, memiliki sertifikasi BNSP pendamping UMKM, dan maupun sertifikasi bidang akuntansi lain.
Pelaku UMKM kemudian disertifikasi Zahir Accounting sebagai wujud kompetensi bidang akuntansi Digital. Ada juga analis bagian pengawasan perilaku pelaku usaha jasa keuangan, edukasi, perlindungan konsumen dan layanan manajemen strategis OJK Malang, Fetri Andriani yang mengupas tentang literasi keuangan.
Peserta memperoleh banyak materi dan ilmu baru. Materinya tentang pengenalan dasar akuntansi, pencatatan transaksi akuntansi, prinsip-prinsip pelaporan keuangan, penyusunan laporan keuangan, dan membuat laporan keuangan dengan aplikasi. (dan/kun)






