Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) menghelat Focus Group Discussion (FGD) bertema Designing Islamic Finance Curriculum To foster Entrepreneurial University. FGD tersebut merupakan cara FEB untuk merancang kurikulum keuangan Islam yang komprehensif.
Kegiatan ini menghadirkan pakar keuangan Islam dan akademisi bidang keuangan dan syariah Dr. Habeebullah Zakariya. Dia merupakan Deputy Dean on Academic and Internalization at Institute of Islamic Banking and Finance di International Islamic University of Malaysia.

Nur Diana, SE., M.Si., selaku Dekan FEB Unisma menyampakan, acara FGD ini bertujuan untuk mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan prinsip keuangan Islam ke dalam program pendidikan di FEB Unisma. Banyak hal yang dibahas pada FGD ini, salah satunya tentang eksplorasi tentang kampus lain di berbagai belahan dunia.
“Beberapa poin yang menjadi bahasan utama adalah Exploring the contents from various universities seperti dari The University of Edinburgh, United Kingdom, Harvard University, dan berbagai kampus terbaik lain,” ujar Dekan, Senin (10/4/2023).
https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/kisah-mahasiswa-asing-unisma-berpuasa-ramadhan-di-indonesia/
Menurut Diana, kurikulum harus dioptimalisasi agar dapat menghasilkan lulusan yang kompeten dan memiliki daya saing tinggi. Melalui FGD ini dia berharap dapat memberi pemahaman dan pengaplikasian secara praktis keuangan Islam dalam konteks bisnis modern.
“Kami berharap kurikulum ini bisa memberi pendekatan komprehensif pada pemahaman dan pengaplikasian secara praktis keuangan Islam dalam konteks dunia bisnis modern,” sambungnya.
Kegiatan FGD ini merupakan bagian dari upaya fakultas agar terus meningkatkan kualitas pendidikan. Selain itu, agar FEB Unisma terus memenuhi kebutuhan industri yang saat ini semakin kompleks.
“Melalui kurikulum yang komprehensif, lulusan FEB Unisma kami harapkan bisa memiliki keterampilan dan pemahaman yang cukup untuk kontribusi pada pengembangan industri keuangan yang berkelanjutan dan beretika di masa mendatang,” pungkas Dekan FEB Unisma. (ted)






