Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) memberikan sertifikat kompetensi BNSP untuk skema digital marketing kepada 30 Guru SMK NU Gondanglegi yang dinyatakan kompeten. Sertifikat ini diberikan sebagai dorongan bagi guru untuk terus berinovasi dalam pendekatan pembelajaran.
Dekan FEB Unisma, Nur Diana, SE., M.Si., berharap dengan sertifikat tersebut para guru dapat menghasilkan lulusan SMK yang siap bersaing di dunia kerja dinamis. Sebelumnya pada 26-27 Februari 2024, FEB Unisma juga memberikan pelatihan Training of Trainer (ToT) kepada Guru SMK NU Gondanglegi.
Selain itu, diadakan juga workshop kurikulum dan workshop digital marketing pada siswa SMK NU Gondanglegi. Acara ini dilakukan oleh tim dosen FEB Unisma yang pada semester genap tahun akademik 2023 menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai implementasi tri dharma perguruan tinggi.
“Pelatihan dan sertifikat yang kami berikan menunjukkan bahwa FEB Unisma menjadi lembaga pendidikan tinggi yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Dengan kompetensi digital marketing, para guru mendapatkan pengakuan terhadap keahlian di bidang profesional,” ungkap Diana melalui keterangan tertulis, Rabu (6/3/2024).
Diana menjelaskan, sertifikat BNSP adalah pengakuan terhadap kompetensi dari lembaga independen yang dibentuk pemerintah. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja di semua bidang profesi.
“Hal ini sesuai dengan Undang-Undang N0. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pasal 18, dan Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2004 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” katanya.

Dekan FEB Unisma menekankan bahwa saat ini SMK berperan penting dalam menyiapkan lulusan yang siap berwirausaha maupun siap studi lanjut. Pihaknya sebagai institusi pendidikan dengan milestone entrepreneur university berkomitmen sebagai agen perubahan positif dalam masyarakat.
“Melalui program pengabdian ini, kami berharap dapat bermanfaat nyata bagi sekolah menengah atas khususnya SMK NU Gondanglegi baik bagi guru maupun siswanya. Semoga lulusannya mampu menjadi entrepreneur yang melek digital sehingga mendorong pertumbuhan UMKM dan pertumbuhan ekonomi lokal,” lanjut Diana.
Sebelumnya, guru SMK NU Gondanglegi mengikuti ToT pembelajaran digital marketing pada Juli hingga Agustus 2023. Dilanjutkan dengan penyiapan ujian sertifikasi kompetensi pada September hingga Oktober 2023.
“Pelatihan dari FEB Unisma sebagai dukungan dalam pengembangan ekonomi digital, penguatan kewirausahaan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang menjadi salah satu target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024,” tegas dekam.
Tim dosen FEB Unisma juga memberikan pelatihan digital Marketing untuk siswa SMK NU Gondanglegi. Pelatihan tersebut untuk membekali siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan di era digital. (dan/but)






