Barcelona (beritajatim.com) – Beberapa jam sebelum kickoff melawan Osasuna dini hari tadi, entrenador FC Barcelona Hans-Dieter Flick mengatakan bahwa timnya tidak akan meniru Real Madrid. Itu merujuk kepada jadwal ketat yang akan dijalani FCB.
Dua pekan lalu, Real lebih dulu protes. Melalui entrenador Carlo Ancelotti, mereka mengancam akan WO (walk out) jika kembali menjalani pertandingan dengan waktu recovery kurang dari 72 jam. Protes itu dilontarkan setelah mengalahkan Villarreal CF 2-1 (16/3) yang berjarak kurang dari 72 jam pasca laga melelahkan melawan Atletico Madrid pada second leg 16 besar Liga Champions (13/3).
Ternyata, setelah mengalahkan Osasuna 3-0 dini hari tadi pernyataan Flick justru dibalik oleh bek FCB Jules Kounde. Menurut bek Prancis itu, jadwal superketat tidak normal dan bisa membahayakan pemain.
“Itu (jadwal superketat, Red) tidak normal. Kami marah dan berharap semua otoritas sepak bola memahami itu. Bukan sekadar LaLiga. Kami manusia bukan mesin,” ujar Kounde dilansir SPORT.
Jadwal FCB terhitung sejak melawan Osasuna memang sangat padat. Total, mereka akan menjalani 9 laga hanya dalam rentang waktu 25 hari.
Apalagi, mereka juga masih berpeluang juara di Copa del Rey dan Liga Champions. Di Copa del Rey, FCB hanya tinggal mengalahkan Atletico Madrid dengan selisih satu gol pada second leg semifinal (3/4). Di Liga Champions, mereka akan melawan runner-up musim lalu Borussia Dortmund (10/4 & 16/4). (dio/ian)






