Jember (beritajatim.com) – Muhammad Fawait-Djoko Susanto, pasangan calon nomor urut 2, menjanjikan reformasi birokrasi dan terobosan terbaru untuk memajukan Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam pidato pembuka debat pasangan calon putaran kedua pemilihan kepala daerah, Ball Room Cempaka Hill, Sabtu (9/11/2024).
Fawait mengatakan, pelayanan publik di Jember sangat minim. “Akuntabilitas SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) Jember di urutan terendah seluruh Jawa Timur. Indeks reformasi birokrasi Jember berada di peringkat 35 dari 38 kabupaten dan kota,” katanya, dalam pidato pembuka debat putaran kedua.
Menurut Fawait, rendahnya indikator ini mengakibatkan investasi sektor riil di Jember mengalami penurunan hingga 51,94 persen dibandingkan Kabupatem Situbondo dan Banyuwangi yang justru meningkat. Turunnya investasi ini menyebabkan lapangan pekerjaan tidak terbuka dan angka pengangguran tinggi. “Angka kemiskinan padsa 2023 lebih tinggi dibandingkan era Ibu (Bupati) Faida pada 2019,” katanya.
“Maka saya dan Pak Djoko hadir membawa cinta, akan melakukan reformasi birokrasi dan terobosan-terobosan terbaru untuk memajukan Kabupaten Jember,” kata Fawait.
Fawait-Djoko diusung tujuh partai parlemen di DPRD Jember, yakni Gerindra, PKB, Nasdem, PKS, Golkar, PAN, dan PPP. Selain itu ada tujuh partai nonparlemen yang juga mendukung.
Lawan debat mereka adalah pasangan petahana Hendy Siswanto-Muhammad Balya Firjaun Barlaman yang diusung PDI Perjuangan, dan didukung dua partai non parlemen yakni Partai Ummat dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo).
Tema besar debat putaran kedua adalah Strategi dan Inovasi Peningkatan Pelayanan Publik, Tata Kelola Regulasi dan Birokrasi, dengan subtema hak asasi manusia; manajemen birokrasi; korupsi, kolusi, nepotisme; infrastruktur publik; dan transportasi dan informasi. [wir]






