Malang (beritajatim.com) – Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) mencetak sejarah dalam acara bergengsi Anugerah Kinerja Unggul (AKU) UM 2024. Acara ini menyoroti capaian Fakultas Sastra UM yang berhasil merebut predikat Juara Umum AKU 2024, menunjukkan keunggulan mereka di tengah persaingan ketat antar unit kerja.
Penghargaan ini mencakup enam kategori Indikator Kinerja Utama (IKU) dan empat kategori Anugerah Kinerja Unggul (AKU). Fakultas Sastra keluar sebagai Juara Umum untuk tingkat fakultas dan sekolah pascasarjana, sementara Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) mendominasi di kategori unit kerja non-fakultas.
Wakil Rektor IV UM, Prof. Ir. Arif Nur Afandi, S.T., M.T., MIAEng, MIEEE, Ph.D., dalam sambutannya menekankan bahwa Anugerah ini merupakan hasil dari sinergi dan kolaborasi seluruh sivitas akademika UM. Ia mengingatkan tahun 2025 harus dimulai dengan langkah lebih terarah untuk mencapai tujuan yang lebih besar.
“Penghargaan ini mencerminkan capaian indikator kinerja yang terukur, bahkan melampaui target yang ditetapkan,” ujar Prof. Arif.
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga. Hal itu dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan holistik.
“Kecerdasan sosial transdisipliner yang terbentuk melalui ruang berpikir antar bidang studi adalah kunci untuk mewujudkan pendidikan berkualitas,” jelasnya. Prof. Hariyono juga menggarisbawahi perlunya perubahan pola pikir dalam membangun ekosistem akademik yang bernilai tinggi.
Sebagai bagian dari kegiatan, juga dilakukan penandatanganan kontrak kerja antara Rektor UM dan para dekan, direktur pascasarjana, serta pimpinan lembaga untuk periode satu tahun mendatang. Langkah ini menunjukkan komitmen UM dalam mengembangkan potensi akademik secara maksimal dan berkelanjutan.
Penganugerahan AKU 2024 mengukuhkan posisi UM sebagai institusi yang berkomitmen dalam pencapaian SDGs, khususnya dalam memastikan pendidikan yang berkualitas untuk semua. Joni Agung Sudarmanto, S.Sn., M.Ds., Ketua Satgas E Monev Fakultas Sastra UM, mengungkapkan kebanggaannya atas penghargaan yang diterima.
“Kami sangat bangga dan termotivasi dengan pencapaian ini. Semoga di tahun 2025, Fakultas Sastra dapat terus konsisten mempertahankan raihan ini,” ujarnya,
Ketua Departemen Sastra Indonesia (DSI), Dr. Azizatuz Zahro, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi, DSI berfokus pada memfasilitasi dosen dan mahasiswa agar terhubung dengan mitra.
“Kami berharap bisa lebih baik dan lebih tertib dalam mendukung mahasiswa dan dosen untuk berkarya lebih optimal,” katanya.
Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, UM. Dengan pendekatan inovatif, UM terus bergerak maju menciptakan dampak nasional dan internasional. [dan/aje]






