Surabaya (beritajatim.com) – Pierre-Emerick Aubameyang seolah jadi kepingan puzzle yang menjadi suksesor kebangkitan Barcelona. Terbaru, torehan 2 gol sukses menghantar Barca mengalahkan Real Madrid di kandang sendiri. Namun, 3 bulan yang lalu semua jauh dari kata sempurna. Auba mengalami masa petaka di Arsenal dan di cap habis oleh berbagai pihak.
Awal permasalahan Aubameyang di Arsenal terjadi pada bulan Desember lalu. Secara mengejutkan, Aubameyang tak dipanggil untuk laga Premier League kontra Southampton. Bukan hanya itu, dia pun juga dicopot dari posisi kapten tim.
Dalam sesi konferensi pers, pelatih Arsenal, Mikel Arteta menjelaskan kalau keputusannya ini diakibatkan pelanggaran indisipliner yang dilakukan oleh sang pemain Auba.Beberapa media melaporkan jika Aubameyang diberi waktu sehari untuk pulang ke Prancis, namun harus kembali di hari yang sama agar bisa ikut sesi latihan pagi esok harinya.
Namun sayang, Auba tak bisa pulang di waktu yang telah ditentukan ditambah larangan wisata akibat Covid-19 membuatnya absen pada sesi latihan. Hal inilah yang dinilai jadi pemicu amarah Arteta pada striker berkebangsaan Gabon itu.
Sejak peristiwa itu pun, Auba sudah tak pernah lagi bermain untuk Arsenal. Dia pun terjebak dalam situasi yang sulit. Ditambah dengan performanya yang menurun selama musim ini, banyak pihak yang meragukan masa depan Auba di Arsenal.
Auba kala itu sempat dilirik oleh klub Arab Saudi, Al-Nassr, namun dia menolak dan ingin membuktikan bahwa dirinya masih belum habis di level Eropa. Pada titik ini, hal yang tak terduga sebelumnya terjadi. Barcelona tiba-tiba berminat untuk mendatangkan Auba pada deadline day.
Negosiasi pun beradu dengan waktu dan Auba bahkan sampai terbang lebih dulu ke Barcelona. Singkat cerita, Arsenal setuju untuk memutus kontrak Auba dan Auba juga ingin bergabung ke Barcelona secara gratis. Kedua belah pihak mencapai kesepakatan di menit-menit akhir bursa transfer.
Tak pernah disangka, bersama Barcelona Aubameyang tak butuh waktu lama untuk membuktikan siapa dirinya. Sejauh ini, Auba sudah mencetak 9 gol dalam 11 pertandingan dan jadi pemain vital di lini serang Blaugrana. Ditambah dengan kerjasama yang ciamik dengan Ousmane Dembele, Auba selalu jadi teror menyeramkan untuk kubu lawan. (dan/ian)






