Magetan (beritajatim.com) – Sejumlah fakta mencuat sejak petugas gabungan BPBD Magetan, Basarnas, dan unsur terkait melakukan operasi search and rescue (SAR) guna mencari Ali Rahmatullah (48).
Pria pendaki ritual asal Desa Minggiran, Papar, Kediri, Jawa Timur itu dinyatakan hilang pada 22 Oktober 2022 usai mendaki Gunung Lawu via jalur Cemoro Sewu pada 15 Oktober 2022. Berikut sejumlah fakta hilangnya pria yang bekerja ssbagai sales di sebuah pabrik kecap asal Trenggalek yabg buka cabang di Solo Jawa Tengah.
1. Melakukan pendakian untuk ritual seorang diri
Saat mendaftarkan diri di Pos Cemoro Sewu pada Sabtu (15/10/2022), Ali Rahmatullah mengaku tak mengajak rombongan dan naik seorang diri. Tanpa bawa banyak perbekalan, Ali mendaki Gunung Lawu dengan tujuan untuk melakukan ritual. Ritual itu dilakukan di kawasan Puncak Gunung Lawu.
2. Sempat memberikan pesan singkat ke sang istri namun tak bilang kalau hendak mendaki gunung.
Dari keterangan Anwar, salah seorang adik ipar Ali, istri ali yang tinggal di Kediri mengaku sempat mendapatkan pesan singkat. Namun, Anwar tak menceritakan isi pesan terzebut. Namun, di pesan itu, Ali tak mengaku jika hendak naik ke Gunung Lawu apalagi melakukan ritual.
3. Keluarga tahu Ali menghilang dari rekan kerja Ali di Solo
Masih kata Anwar, pihak keluarga mulai tahu jika Ali tak bekerja dan diduga menghilang di Gunung Lawu usai mendapatkan ucapan duka dari salah satu rekan kerja Ali di Solo. Dalam pesan itu rekan Ali mengucapkan bela sungkawa dan mengharap jenazah Ali segera ditemukan. Pihak keluarga pun kaget bukan kepalang dan mulai menanyai rekan Ali terkait keberadaan Ali.
4. Keluarga sempat mencari di Pos jalur pendakian masuk Jawa Tengah
Setelah mendapatkan kabar jika Ali melakukan pendakian untuk ritual di Gunung Lawu, pihak keluarga sempat mencari ke Cemoro Kandang, Tambak Ngargoyoso, dan Candi Cetho. Namun tak ada KTP Ali yang ditinggalkan di ketiga pos jalur pendakian Lawu yang masuk Jawa Tengah itu. Hingga akhirnya, pihak keluarga menanyakan ke Pos Cemoro Sewu. Ternyata KTP Ali ada di Cemoro Sewu dan terdaftar naik pada 15 Oktober 2022 pukul 17.30 WIB.
5. Perhutani, Paguyuban Kantin Lawu, dan Paguyuban Giri Lawu sempat lakukan pencarian
Usai mendapatkan laporan adanya pendaki yang tak kunjung pulang atau diduga hilang, Perhutani KPH Lawu Ds RPH Sarangan melakukan pencarian terhadap Ali bersama Paguyuban Giri Lawu (PGL) dan Paguyuban Kantin Lawu. Namun, pencarian mulai tanggal 19 Oktober 2022 hingga 25 Oktober 2022 itu tak membuahkan hasil.
6. Pemilik warung di Jalur Pendakian sempat lihat Ali di Pasar Setan
Sebelum dinyatakan hilang, Ali sempat terlihat berjalan di Pasar Dieng atau Pasar Setan masuk kawasan Puncak Gunung Lawu pada Selasa, 18 Oktober 2022 sekitar pukul 14.00 WIB. Adalah Jenggot salah seorang pemilik warung yang melihat Ali membawa peralatan ritual dan sempat mampir ke salah satu warung di dekat Pasar Dieng. Setelah itu, Ali pergi ke arah Kayangan dan kemudian tak terlihat lagi hingga dilaporkan jika dia hilang.
7. Operasi SAR dibuka dan melibatkan 145 Personel Gabungan
Basarnas, BPBD Magetan, dan unsur terkait membuka operasi SAR pada 26 Oktober 2022. Sejumlah search and rescue unit (SRU) berangkat dari jalur yang berbeda-beda. Sebanyak 4 SRU dari Cemoro Sewu, dan masing-masing satu lewat Cemoro Kandang, Tambak Ngargoyoso, Candi Cetho, dan Jogorogo Ngawi. Total 145 personel gabungan yang berangkat mencari Ali di sejumlah lokasi ritual. Total luasan area puncak yang sudah disisir petugas seluas 272,60 Ha. Namun, belum ada petunjuk yang mengarah ke keberadaan Ali.
8. Diduga Ali hendak melakukan ritual untuk mendapatkan harta karun yang diketahui dari bisikan gaib.
Salah seorang rekan Ali membenarkan jika Ali sempat menceritakan jika dapat bisikan gaib untuk mengambil harta karun berupa emas di Puncak Gunung Lawu. Syaratnya harus mendaki dan melakukan ritual di kawasan Puncak Gunung Lawu.
Itulah, sejumlah fakta selama proses pencarian Ali Rahmatullah yang dilaporkan hilang saat mendaki gunung Lawu guna melakukan ritual. Saat ini petugas masih melakukan pencarian dan sudah memasuki hari keenam. Smeentara belum ada hasil yang dilaporkan oleh relawan PGL yang naik karena masih terkendala sinyal. (fiq/kun)






