Magetan (beritajatim.com) – Karhutla (Kebakaran hutan dan lahan) Gunung Lawu sudah mendekati jalur ilaran tepatnya di dekat pipa di dekat Jalur Pendakian Cemoro Sewu dan hutan di atas kawasan wisata Lawu Green Forest (LGF) tepatnya petak 73 RPH Sarangan, pada Kamis (19/10/2023) pukul 14.30 WIB. Masing-masing jaraknaya sekitar 100 meter dan 150 meter.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi, mengatakan untuk pemadaman di hutan kawasan atas LGF, tidak bisa langsung dijangkau petugas karena medan yang sulit. Selain itu, ada bebatuan dan tanah panas yang berjatuhan karena tanaman yang terbakar.
“Untuk pemadaman di kawasan hutan di atas LGF itu medannya curam. Sehingga meski sudah mendekati ilaran, berbahaya bagi petugas. Petugas diminta untuk berjaga di ilaran dan segera memadamkan api agar tidak sampai loncat ilaran,” kata Eka.
Sementara, untuk api yang mendekat ke ilaran didekat Jalur Pendakian Cemoro Sewu Desa Ngancar, petugas bisa melakukan pembasahan. Karena, di lokasi tersebut terdapat pipa sumber air yang selama ini dipergunakan warga.
BACA JUGA:
Kebakaran Hutan Gunung Lawu di Magetan Mengarah ke Utara dan Timur
“Yang di Cemoro Sewu mendekati ilaran yang digunakan untuk menjaga sumber air warga. Meski begitu, sumber air itu bisa digunakan untuk pembasahan tanaman dan dedaunan di dekat ilaran. Agar kondisi lembab supaya api tidak menjalar. Petugas juga masih berjaga di lokasi tersebut,” lanjut Eka.
Hingga saat ini, petugas masih berjaga di dekat ilaran. Pun, hingga hari ketiga sejak api kembali muncul di Petak 73 Gunung Lawu, belum diketahui luasan hutan yang terdampak kebakaran tersebut. [fiq/suf]






