Surabaya (beritajatim.com) – Warga Surabaya pasti sudah tak asing dengan keindahan bunga Tabebuya. Memasuki bulan September, bunga-bunga ini semakin banyak bermekaran di jalan-jalan Kota Surabaya dengan warnanya yang indah. Di Kota Pahlawan setidaknya ada beberapa warna seperti putih dan kuning yang dibudidayakan, namun ada juga warna merah muda yang tampak indah layaknya bunga Sakura di Jepang.
Meski sering mendengar dan menjumpai pohonnya, namun tak banyak orang mengetahui fakta mengenai Tabebuya. Berikut beberapa fakta di Balik Indahnya Tabebuya di Surabaya.
Dibudidayakan sekitar 11 tahun yang lalu
Tanaman asal Brasil ini sudah mulai dibudidayakan Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya sejak tahun 2010 lalu. Pembudidayaan ini dilakukan di kebun bibit Wonorejo.
Pembibitan Jangka Panjang
Di kebun bibit Wonorejo ada lahan khusus yang digunakan untuk proses pembibitan Tabebuya. Dari proses ini setidaknya membutuhkan waktu sekitar lima tahun untuk Tabebuya bisa keluar dari polybag atau dipindahkan ke lahan terbuka. Pada usia tersebut, biasanya tinggi tumbuhan ini sudah mencapai 30 hingga 50 centimeter.
Kemudian barulah tabebuya di tanam dan disebarkan di Kota Surabaya. Titik awalnya hanya di pusat Kota, sekarang sudah banyak ditemui sampai di pinggir-pinggir kota.
Menghiasi Jalanan Surabaya
Tabebuya memang tanaman yang awalnya diperuntukan untuk mempercantik kota, tak ayal jika banyak berjajar pohon tersebut di sepanjang jalan utama kota Surabaya. Beberapa daerah tersebut ialah jalan A. Yani, Jalan Mayjen Sungkono, Gubeng, Kupang Indah, dan Adityawarman. Pada dasarnya untuk upaya menghijaukan kota, masyarakat yang ingin membudidayakan sendiri tanaman ini, bisa meminta langsung bibitnya kepada DKRTH Surabaya.
Sosok di balik indahnya Tabebuya yang berguguran
Pohon Tabebuya jika sudah mulai bermekaran bunganya kerap lebih mendominasi daripada daunnya. Tak ayal jika kerap menarik masyarakat untuk berswafoto dengan warna bunganya yang cantik. Namun, meski indah dipandang bunga ini hanya bertahan sekitar seminggu saja kemudian akan berguguran.
Gugurnya bunga-bunga ini juga kerap menjadi momen yang juga menarik. Namun, di balik semua itu ada petugas kebersihan yang lelah membersihkannya. Meski turut senang menikmati keindahan bunganya, namun tentu saja menyapu jalanan atau trotoar akibat gugurnya bunga-bunga cantik itu juga cukup melelahkan. (fyi/tur)






