Jakarta (beritajatim.com) – Fahri Hamzah, Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, telah menegaskan komitmennya untuk melakukan reformasi dalam sistem pemilihan umum jika partainya berhasil memasuki parlemen.
Salah satu aspek utama yang ingin diperbaiki adalah aturan treshold 20 persen. Fahri menganggap bahwa sistem presidensial dengan treshold 20 persen kurang efektif dalam menciptakan koalisi yang rasional, karena cenderung menghasilkan koalisi yang kurang beralasan.
Menurut Fahri, banyak partai cenderung fokus pada upaya memenuhi ambang batas 20 persen, yang mengakibatkan terbentuknya koalisi dengan beragam anomali. Sebagai contoh, ada partai-partai dalam koalisi perubahan yang masih menjadi bagian dari kabinet pemerintahan saat ini dan mendukung program Joko Widodo, tetapi pada saat yang sama mengklaim diri mereka sebagai oposisi terhadap pemerintahan yang ada.
BACA JUGA:
Fahri Hamzah Sebut Bakal Banyak Kejutan Hingga 19 Oktober
Fenomena serupa terlihat pada PDIP, yang secara verbal mengakui kelanjutan dari pemerintahan Jokowi, tetapi tidak berpartisipasi dalam Koalisi Indonesia Maju. Hal ini telah menyebabkan pecahnya koalisi besar yang awalnya mendukung ide bersatunya Jokowi dan Prabowo.
Saat ini, terdapat tiga pasangan calon presiden, yaitu Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
Menurut Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 ini, upaya untuk rekonsiliasi dan kelanjutan pemerintahan Jokowi lebih mungkin terletak pada pasangan Prabowo-Gibran daripada pasangan Ganjar-Mahfud, apalagi pasangan Anies-Muhaimin.
BACA JUGA:
Fahri Hamzah Dukung KPU Majukan Jadwal Pendaftaran Pilpres 2024
Fahri berharap bahwa Partai Gelora, di masa depan, dapat membentuk satu fraksi yang kuat di parlemen, sehingga mereka dapat memperkuat dialog-dialog tentang ideologi dan membahas calon presiden serta calon wakil presiden yang dianggap ideal.
“Kini kita memiliki tiga pasangan calon presiden, yang semuanya memiliki kelemahan yang tidak ideal, tetapi kita sudah membuat pilihan. Semoga ini membuka jalan untuk perubahan yang lebih baik secara bertahap di masa depan,” ujar Fahri. [hen/beq]






