Ponorogo (beritajatim.com) – Dengan keanekaragaman kebudayaan yang ada, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut bahwa negara Indonesia bisa menjadi ibukota kebudayaan dunia. Dia mengaku selama ini dirinya sudah berkeliling ke 101 negara yang ada di dunia ini. Namun, dalam pengembaraan itu, Fadli Zon menyebut tidak ada kebudayaan dan ekspreai budaya negara yang ada di dunia, yang lebih hebat dari kebudayaan Indonesia.
“Kita bisa jadikan Indonesia ini, sebagai ibukota kebudayaan dunia. Saya sudah keliling 101 negara, tidak ada kebudayaan dan ekspresi budaya negara yang saya kunjungi, yang lebih hebat dari kebudayaan Indonesia,” kata Fadli Zon, saat hadir dalam acara penutupan Grebeg Suro 2025 di Ponorogo pada Kamis (26/5) malam.
Sejarawan dan mantan aktivis Indonesia itu menyebut bahwa negara Indonesia memang super power di bidang kebudayaan. Maka dari itu, ke depan kebidayaan akan mendapat perhatian sangat khusus. Sebab, kebudayaan merupakan pondasi pembangunan bangsa. Dengan terus melestarikan budaya, negara tidak akan kehilangan arah.
“Kita memang super power di bidang itu (budaya-red),” kata politikus dari Partai Gerindra tersebut.
Negara pun harus hadir untuk memajukan kebudayaan nasional. Sebab, hal itu sudah merupakan perintah konstitusi. Yakni dalam Undang-Undang Dasar 1945, di dalam pasal 32 ayat 1. Negara memajukan kebudayan nasional Indonesia, di tengah peradaban dunia. Dengan menjamin masyarakat untuk berkontribusi memelihara dan kembangkan nilai kebudayaan itu.
“Salah satu yang dilakukan yakni memajukan Reog Ponorogo. Harus kita majukan di tengah peradaban dunia, arus globalisasi. Makanya Reog Ponorogo harus diinternasionalisasi,” pungkasnya. (end/ted)






