Malang (beritajatim.com) – Politeknik Negeri Malang (Polinema) secara resmi membuka gelaran akbar “Expo Polinema Berdampak 2025” pada Selasa, 26 Agustus 2025. Mengusung tema “1 Polinema Untuk 1000 UMKM”, acara ini menjadi pernyataan tegas mengenai peran pendidikan vokasi sebagai motor penggerak inovasi yang memberikan dampak sosial dan ekonomi secara langsung kepada masyarakat.
Bertempat di Graha Polinema, acara yang berlangsung selama dua hari ini menjadi puncak dari proses akademik mahasiswa, di mana 1.500 karya tugas akhir yang solutif siap diserahterimakan kepada mitra industri dan UMKM dari berbagai penjuru Indonesia.
Direktur Polinema, Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT., dalam sambutannya menekankan bahwa paradigma pendidikan tinggi harus bergeser. Menurutnya, eksistensi Polinema tidak boleh lagi terisolasi sebagai menara gading, melainkan harus mengakar dan memberikan manfaat nyata.
“Keberadaan Polinema harus memberikan dampak positif dalam sisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, sesuai amanah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum,” tegas Supriatna.
Filosofi ini diimplementasikan dalam proses belajar-mengajar. Mahasiswa didorong untuk memulai proyek akhir mereka dari kebutuhan riil yang ada di lapangan.
“Proses kami berangkat dari apa yang menjadi kebutuhan masyarakat atau UMKM. Starting point kami adalah membantu mereka. Mahasiswa menggandeng mitra, mengerjakan skripsi atau tugas akhirnya untuk memberikan solusi, dan setelah selesai, karya itu kami kembalikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Skala dan keragaman inovasi yang ditampilkan dalam expo ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki Polinema. Wakil Direktur I Bidang Akademik, Dr. Dra. Kurnia Ekasari Ak., MM., CA, memaparkan bahwa dari sekitar 3.600 mahasiswa yang lulus tahun ini, terkumpul 1.500 karya inovatif.
“Karya-karya ini berasal dari 7 jurusan dan 48 program studi kami, yang tersebar di kampus utama Malang serta PSDKU (Program Studi di Luar Kampus Utama) di Kediri, Lumajang, dan Pamekasan. Pada hari pertama ini, secara simbolis akan diserahterimakan sekitar 200 produk kepada mitra,” rinci Kurnia.
Ragam karya yang dihasilkan pun sangat bervariasi. “Jika di jurusan teknik, sebagian besar hasilnya berupa purwarupa atau teknologi tepat guna. Sementara di jurusan non-teknik seperti Akuntansi atau Administrasi Bisnis, karyanya lebih bersifat kajian, analisis keuangan, atau model pemasaran,” tambah Direktur Supriatna.

Dampak dari program ini meluas hingga ke tingkat nasional. Mitra penerima manfaat tidak hanya berasal dari Jawa Timur, tetapi juga dari Bogor, Tangerang, Serpong, Jakarta, bahkan hingga Kutai Timur di Kalimantan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memberikan dukungan dan apresiasi penuh terhadap inisiatif ini. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, M. Sailendra, ST, MT., yang mewakili Wali Kota Malang, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat relevan dalam mempersiapkan generasi unggul di era disrupsi.
“Menuju Indonesia Emas 2045 menuntut kerja keras dan kolaborasi. Pendidikan vokasi memainkan peran krusial karena fokus menghasilkan lulusan yang siap kerja dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Menurut Sailendra, Expo Polinema Berdampak adalah bukti nyata bagaimana mahasiswa mengaplikasikan ilmu untuk menciptakan solusi inovatif. “Setiap proyek di sini adalah bukti bahwa pendidikan vokasi mampu menjembatani teori dan praktik. Bantuan peralatan yang diserahkan Polinema adalah dampak konkret yang sangat membantu program pembinaan UMKM Kota Malang,” tegasnya.
Selain pameran inovasi, expo ini juga diisi dengan berbagai kegiatan strategis. Salah satunya adalah sesi Guest Lecture oleh seorang profesor dari Universiti Sains Malaysia yang membahas tentang kreativitas dan inovasi dalam perspektif global, sebagai bagian dari upaya internasionalisasi kampus.
Pada hari kedua, 27 Agustus 2025, Polinema akan menjadi tuan rumah bagi 700 siswa SMA dan SMK dari 35 sekolah di Malang Raya untuk kegiatan sosialisasi. Langkah ini bertujuan untuk memperkenalkan dunia pendidikan vokasi dan menarik talenta muda terbaik. (dan/but)






