Surabaya (beritajatim.com) – Prof. Erny Roesminingsih dikukuhkan sebagai profesor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam bidang Kepemimpinan Pendidikan Dasar dan Menengah pada Rapat Terbuka Senat Akademik di Graha Sawunggaling, Selasa (10/2/2026).
Dalam pidato ilmiahnya, Erny menyoroti persoalan kualitas guru di Indonesia. Berdasarkan data Uji Kompetensi Guru (UKG) 2021–2023, sekitar 81 persen guru belum memenuhi skor kompetensi minimum, sehingga kebutuhan program pengembangan guru dinilai semakin mendesak.
Erny menyampaikan pidato berjudul “Dampak Kepemimpinan Transformasional pada Kinerja Guru: Studi tentang Professional Learning Community (PLCs) di Indonesia”. Ia menekankan bahwa peran kepala sekolah masih sangat mempengaruhi perilaku dan kinerja guru di sekolah.
Menurutnya, kepemimpinan transformasional menjadi kunci dalam menghadapi perubahan pendidikan yang berlangsung cepat. Model kepemimpinan ini dinilai berperan besar dalam meningkatkan profesionalisme guru sekaligus memperkuat budaya kerja kolaboratif.
Erny menyebut salah satu strategi peningkatan profesionalisme guru dapat dilakukan melalui Professional Learning Community (PLCs), yakni komunitas pembelajaran profesional yang mendorong guru berdiskusi, berbagi praktik mengajar, serta berkolaborasi menyelesaikan tantangan pembelajaran.
Ia mengutip kajian Özgenel dan Mert (2019) yang menegaskan guru harus terus belajar dan mengembangkan diri, karena kontribusinya berdampak langsung terhadap prestasi akademik siswa dan efektivitas sekolah secara keseluruhan.
Namun, ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi guru, termasuk stres kerja dan kelelahan yang dapat menghambat kemampuan mereka untuk berkinerja optimal. Hal tersebut sejalan dengan temuan Bhai dan Horoi (2019) terkait tekanan psikologis pada pendidik.
“Meskipun peran mereka sangat penting, banyak pendidik menghadapi tantangan yang persisten seperti stres kerja dan kelelahan, yang dapat menghambat kemampuan mereka untuk berkinerja optimal,” jelasnya.
Selain itu, Erny merujuk penelitian Saloviita dan Pakarinen (2021) yang menegaskan profesi guru kerap dibebani beban kerja berlebih, tekanan emosional, serta ekspektasi tinggi dari berbagai pemangku kepentingan di dunia pendidikan.
Erny menyebut, kepemimpinan transformasional memiliki dampak signifikan dalam membangun dan memperkuat PLCs di sekolah. PLCs disebut menjadi mediator parsial yang memperkuat hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dan peningkatan kinerja guru.
Ia menekankan bahwa budaya kerja kolektif berpengaruh terhadap perbaikan hasil belajar siswa. “PLCs menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan profesional dan kolaborasi di antara guru,” kata Erny.
Ia merekomendasikan kepala sekolah memiliki kompetensi kepemimpinan transformasional sekaligus keterampilan manajerial untuk membangun iklim kerja kondusif. PLCs juga perlu diperkuat melalui program internal maupun eksternal, termasuk kolaborasi dengan perguruan tinggi dan NGO.
Prof. Dr. Erny Roesminingsih, M.Si lahir di Madiun pada 15 Oktober 1968. Sebelum resmi menyandang gelar profesor Unesa, ia menempuh pendidikan sarjana di Universitas Brawijaya, magister di Universitas Airlangga, dan meraih gelar doktor Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Malang pada 2009. [ipl/aje]







