Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, tengah merancang strategi khusus untuk mendorong pengembangan pesepakbola berusia di bawah 23 tahun (U-23) sekaligus meningkatkan kualitas kompetisi liga Indonesia di masa depan.
Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah mewajibkan klub Liga 2 memainkan pemain U-23 sebagai pemain inti.
“Apakah di Liga 2 ke depan nanti perlunya U-23 menjadi pemain inti, misalnya,” ujar Erick Thohir, Minggu (14/9/2025).
Namun regulasi tersebut baru bisa diterapkan mulai musim depan. Menurut Erick, perubahan mendadak saat ini justru dapat menimbulkan kebingungan di tingkat klub.
Piala Presiden 2026
Selain itu, PSSI juga menyiapkan rencana menggelar Piala Presiden pada April atau Mei 2026, dengan kemungkinan diikuti oleh 64 klub dari seluruh Indonesia. Dalam turnamen tersebut, regulasi terkait komposisi pemain muda juga akan ditinjau kembali.
Lebih lanjut, Erick menilai mengadakan kompetisi khusus U-23 masih sulit diwujudkan dalam waktu dekat.
“Tapi di Liga 2 kami akan dorong pemain U-23 mendapat kesempatan bermain. Di Liga 3 dan 4, mungkin tahun depan komposisi pemain muda bisa lebih banyak,” jelasnya.
Pembinaan Berjenjang
Menurut Erick, pembinaan kelompok usia muda saat ini berjalan cukup baik di level U-17 dan U-20, namun masih perlu peningkatan di jenjang U-21 hingga U-23 sebagai penopang Timnas Indonesia.
Ia menegaskan PSSI juga tetap berkomitmen memperkuat pembinaan dari akar rumput (grassroots) sebagai fondasi masa depan sepak bola nasional.
“Kami akan tingkatkan lagi pembinaan dari grassroots juga,” tegasnya. [way/but]






