Surabaya (beritajatim.com) – Timnas Indonesia tidak sepantasnya meraih hasil imbang ketika melawan Palestina di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Rabu (14/6/2023) malam. Sebab, skuad Garuda memiliki banyak kesempatan yang gagal dikonversi menjadi gol.
Timnas Indonesia berulang kali hampir menjebol gawang Palestina. Dalam babak pertama saja, terdapat enam peluang emas yang terbuang sia-sia. Selain mandul, anak asuh Shin Tae-yong itu juga berulang kali salah koordinasi. Sehingga membuka ruang bagi pemain Palestina untuk melancarkan serangan balik.
Meski skuad Garuda belum tampil maksimal, Erick Thohir tetap memberikan pujian. Menurut Ketua Umum PSSI itu, Timnas Indonesia mendominasi pertandingan. “Meski imbang, saya puas melihat kerjasama tim yang tampak padu. Meski beberapa pemain baru tergabung, termasuk pemain naturalisasi kita,” ucap Erick Thohir dalam laman resmi PSSI, Kamis (15/6/2023) dini hari.
Pertandingan yang juga dihadiri Duta Besar (Dubes) Palestina Zuhair S.M. Al-Shun. Selain itu, PSSI berkomitmen memberikan 10 persen hasil penjualan tiket bagi perjuangan bangsa Palestina. Menurut Erick, sumbangan itu didasari atas hubungan erat Indonesia dengan Palestina. Serta dukungan pemerintah Indonesia untuk kemerdekaan negara tersebut.
Sementara itu, sebanyak 40 ribu tiket pertandingan antara Indonesia dengan Palestina dijual sejak Rabu (7/6/2023). PSSI mengklaim tiket ini telah habis pada Sabtu (10/6/2023) lalu. Tapi, data jumlah penonton yang diumumkan di tengah laga antara Indonesia dengan Palestina, menunjukkan angka yang jauh lebih sedikit. Laga ini ternyata cuma ditonton 32.537 saja. (faw/kun)
BACA JUGA:






