Surabaya (beritajatim.com) – Bakal calon wali kota (bacawali) petahana Surabaya, Eri Cahyadi ziarah ke makam ayahnya Urip Suwondo dan mertua Dadang Djumena di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tembok Gede. Eri melakukan ziarah menjelang pendaftaran calon Wali Kota ke KPU Kota Surabaya.
Dalam kesemepatan itu, Eri Cahyadi menyampaikan pernyataan emosional mengenang ayahnya, Urip Suwondo dan Dadang Djumena. Dia menggambarkan sosok ayahnya sebagai pahlawan dan sumber inspirasi dalam perjalanan hidup dan karir politiknya.
“Nyekar ke makam ayahanda kami tercinta, Bapak Urip Suwondo dan Bapak Dadang Djumena,” tulis Eri Cahyadi dikutip dari instagram pribadinya @/ericahyadi_, Rabu (28/8/2024).
Politisi PDIP ini menyebut ayahnya sebagai figur yang memberikan makna mendalam melalui tindakan-tindakan sederhana yang penuh arti.
“Abah adalah pahlawan bagi kami. Hal-hal sederhana yang dilakukan beliau berdua memiliki makna dan arti besar bagi kami,” ujar dia.
Eri juga mencerminkan betapa beratnya perjuangan ayahnya. “Hidup memang tak pernah mudah bagi Abah. Jika hidup ibarat pertarungan bebas, saya yakin ada banyak luka di punggung beliau. Namun beliau tak pernah menyerah. Juga tak pernah mengeluh dan mengatakan seberat apa beban yang harus beliau tanggung,” tulis Eri.
Dia mengingat momen penting ketika ayahnya dan ibunya memberikan dorongan dan dukungan untuk maju dalam Pilkada Surabaya 2020.
“Suatu hari dalam titik balik kehidupan kami, Abah dan Umi memberikan dukungan terbesar sekaligus memantapkan hati kami untuk maju dalam Pilkada Surabaya 2020. Beliau meyakinkan kami bahwa setiap manusia harus siap menerima takdir dari Allah. Tak ada yang bisa menampik rencana Tuhan,” ungkap Eri.
Eri menekankan bahwa kepemimpinan adalah bagian dari perjalanan panjang dan pengabdian. “Kehidupan adalah perjalanan panjang dan memimpin kota ini sesungguhnya adalah satu dari ribuan langkah pengabdian sebagai manusia di muka bumi, sebelum Tuhan memanggil pulang,” jelasnya.
“Nyuwun pangestunipun, abah,” pungkas Eri.[asg]






