Gresik (beritajatim.com) – Dinas Sosial atau Dinsos Kabupaten Gresik terus membenahi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk mengentas kemiskinan. Langkah ini diambil karena data tersebut di tingkat desa belum sepadan.
Saat ini ada tiga kecamatan melakukan kordinasi untuk melakukan update data DTKS. Ketiga kecamatan itu terdiri dari Kedamean, Wringinanom, dan Kecamatan Driyorejo.
Juwarto salah satu perangkat desa asal Desa Tanjung, Kecamatan Kedamean mengatakan, pihaknya sangat mendukung adanya pemadanan DTKS.
“Kami juga sama-sama menginginkan semua bantuan yang diberikan pemerintah bisa tepat sasaran kepada warga kami yang membutuhkan,” katanya, Selasa (11/10/2022).
Ia menambahkan, dirinya bersama rekan-rekan perangkat desa lainnya, benar-benar memanfaatkan kordinasi ini untuk saling sharing terkait kendala yang muncul di lapangan.
“Meskipun ada kendala yang muncul, kita akan tetap berusaha meminimalkan kesalahan data dengan terus memperbaiki data yang ada. Sebab, kembali lagi yang paling tahu kondisi di lapangan adalah kita yang ada di tingkat paling bawah,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-gresik”]
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Gresik Ummi Khoiroh mengatakan, pengusulan DTKS merupakan wewenang dari pemerintah desa. Kemudian datanya langsung disetor ke Kementerian Sosial.
“Bulan ini adalah bulan yang tepat untuk memperbaharui DTKS. Mana dan siapa saja yang di kemudian hari menerima bantuan sosial tergantung,” katanya.
Terkait dengan ini, dirinya menekankan DTKS benar-benar diperuntukkan untuk orang yang kondisinya benar-benar membutuhkan. Bukan kemudian orang yang mampu lalu dimiskinkan untuk masuk dalam DTKS.
“Ketepatan DTKS merupakan kunci dari tepat sasarannya pemberian bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Untuk itu, setelah ini perangkat desa segera melakukan koreksi ulang masing-masing DTKS-nya,” tandas Ummi. [dny/but]






