Jember (beritajatim.com) – Enam tim sepak bola amputasi dari Jawa Timur memperebutkan Piala Bupati Jember, di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember, 15-19 Maret 2023. Ini turnamen pertama yang digelar oleh Persatuan Sepak Bola Amputasi Indonesia (PSAI) Jember.
Enam tim tersebut adalah Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Indonesia Djember (Persaid), Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Surabaya (Persas), Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Madura (Persam), Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Banyuwangi (Persawangi), Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Malang (Persama), dan Pasuruan Amputee Football Club (PAFC).
Dua tim yang diundang namun tak hadir adalah Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Lumajang (Persal) dan Kediri Amputee Football Club.
Turnamen diputar dengan sistem setengah kompetisi. Setiap tim akan saling berhadapan masing-masing sekali, sehingga total masing-masing tim memainkan lima pertandingan. Wakil Ketua PSAI Jember Sugianto minta maaf jika ada kekurangan dalam penyelenggaraan turnamen itu.
“Kami sedikit mengalami hambatan untuk mengakses anggaran sehingga menyelenggarakan dengan apa adanya,” katanya, saat memberikan sambutan. Kehadiran semua tim di Jember merupakan bentuk dukungan untuk memperkenalkan sepak bola amputasi kepada masyarakat.
“Sepak bola amputasi sama seperti dengan sepak bola konvensional. Sama-sama memiliki lambang garuda di dada dengan dua sayap. Meskipun kami memiliki kaki yang tidak sempurna, perjuangan kami sama. Bahkan teman-teman Jember pernah mengikuti ajang Piala Dunia dan bergabung dengan tim nasional,” kata Sugianto.
Turnamen Piala Bupati Jember, menurut Sugianto, juga dimanfaatkan oleh pencari bakat tim nasional untuk berburu pemain. “Mudah-mudahan teman-teman ada yang terpilih mewakili daerah,” kata Sugianto.
Membuka turnamen itu, Asisten III Pemkab Jember Widodo Julianto berharap turnamen tersebut bisa menjadi daya ungkit perekonomian masyarakat dan daerah. “Serta dapat menciptakan prestasi yang dapat mengharumkan nama daerah,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bupati-hendy-siswanto”]
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PSAI Pusat Rusarmanto Sutomo menyebut Piala Bupati Jember merupakan langkah luar biasa bagi sepak bola amputasi. “Saya berharap adanya turnamen ini dapat memajukan sepak bola amputasi agar mampu menciptakan regenerasi pada level tim nasional Indonesia,” katanya.
PSAI Pusat memuji inisiatif mandiri pengurus PSAI Jember dalam menggelar turnamen tersebut. “Kami berharap seluruh lapisan masyarakat bisa memajukan sepak bola amputasi sehingga kita mampu meraih peringkat tinggi di dunia,” kata Sutomo.
Piala Bupati Jember, dinilai Sutomo, tepat untuk memperkenalkan sepak bola amputasi kepada khalayak ramai. “Tiga klub peserta yakni Persaid, Persam, dan Persama tahun lalu mengikuti kompetisi Piala Menpora di Jakarta,” katanya. [wir/but]






