Gresik (beritajatim.com) – Sebanyak enam desa dari ratusan desa yang tersebar di Kabupaten Gresik dijadikan sharing pelayanan posyandu dan kesehatan.
Adapun desa yang dimaksud diantaranya Desa Ketanen, Kecamatan Panceng, Desa Sungonlegowo, Kecamatan Bungah. Kemudian Desa Jrebeng, Kecamatan Dukun, Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo. Selanjutnya, Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, dan Desa Raci Kulon, Kecamatan Sidayu.
Semua desa itu, terpilih setelah menjalani penilaian selama tiga minggu. Baik itu monitoring atau evaluasi terkait pelayanan posyandu dan kesehatan sebelum mendapat awarding.
“Pelayanan posyandu dan kesehatan di enam desa itu sudah oke. Saya berharap bisa ditularkan ke desa lain untuk menurunkan angka stunting di desa masing-masing,” ujar Ketua Tim PKK Kabupaten Gresik, Nurul Haromainah Ali Akhmad Yani, Kamis (29/12/2022).
Ia menambahkan, dalam penilaian itu. Tim juri tidak hanya menilai keberhasilan posyandu maupun kesehatannya saja. Tapi ada inovasi yang tidak ditemukan di desa lain.
“Tidak hanya keluarga berencananya saja yang dinilai. Namun, juga bagaimana lahan pangannya yang bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-gresik”]
Sementara, Plt Kepala Dinas Keluarga Berencana Pendayagunaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik, Ummi Khoiroh menyatakan melalui ini bisa dijadikan
mencetak desa yang inovatif. Utamanya, dalam hal posyandu dan kesehatan anak serta orang tua.
“Kami berharap keenam desa ini dapat mengawali kegiatan awal tahun dengan sharing. Pasalnya, banyak inovasi-inovasi yang dapat ditiru dan dimodifikasi khususnya menurunkan stunting,” ungkapnya.
Selanjutnya kata dia, Desa Ketanen Kecamatan Panceng ditunjuk mewakili tingkat kabupaten di ajang yang sama tingkat Provinsi Jawa Timur. (dny/ted)






