Gresik (beritajatim.com) – Empat pejabat eselon II di lingkup Pemkab Gresik resmi dilantik. Mereka merupakan hasil seleksi terbuka (Selter) sebagai kepala organisasi perangkat daerah atau OPD.
Pejabat eselon II yang dilantik diantaranya Sri Subaidah menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Agung Endro menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dhiannita Tri Astuti menjadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), dan Titik Ernawati menjadi Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan dan Anak (KBP3A).
Semua pejabat yang dilantik ini telah mengikuti seluruh tahapan selter hingga turun rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Dalam pelantikan tersebut, juga dilakukan mutasi sejumlah pejabat administrator, pengawas, dan fungsional.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-gresik”]
Bupati Fandi Akhmad Yani dalam pelantikan itu berpesan agar pejabat yang baru saja dilantik ini bisa menjalankan tugas dengan baik dan cepat. Dirinya menyarankan agar pelayanan kepada masyarakat perlu diutamakan.
Mantan Ketua DPRD Gresik itu menambahkan, menjadi pejabat eselon II ini bukan semakin mudah. Namun, tantangan yang dihadapi juga semakin besar. Tidak hanya kepada bawahan dan masyarakat, melainkan antar OPD juga harus ada sinergitas dan kolaborasi. “Saya mengajak antar OPD untuk kerja bersama-sama,” ujarnya, Kamis (9/02/2023).
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Pemkab Gresik Khusaini mengatakan, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini sesuai dengan Keputusan Bupati Gresik nomor 821:/23/437.73/2023 tentang pengangkatan jabatan pimpinan tinggi pratama. Serta Surat KASN no B456/jp.00.00/01/2023.
Pelantikan ini lanjut dia, diikuti oleh 59 pejabat. Dengan rinciannya, pejabat pimpinan tinggi pratama sebanyak 4 orang, administrator IIIa 2 orang, administrator IIIb 14 orang, pengawas IVa 22 orang, pengawas IVb 8 orang, kepala puskesmas 4 orang, mediator hubungan industrial 3 orang, kepala sekolah SD 1 orang dan kepala sekolah SMP 1 orang. “Melalui pelantikan ini jabatan kepala OPD yang semula kosong sudah sepenuhnya diisi,” pungkasnya. [dny/kun]






