Surakarta (beritajatim.com) – Emil Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, menyambangi Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Surakarta. Emil memanfaatkan pertemuan itu untuk bertukar ide-ide kreatif yang bisa diterapkan di Jatim.
Emil mengakui sejumlah ide yang disampaikan Gibran cukup menarik, salah satunya soal transportasi kereta jarak jauh. Dia optimistis ide tersebut bisa diterapkan pula di Jatim.
“Konsepnya bagus, salah satunya beliau sudah koordinasi dengan Kementerian Perhubungan RI supaya dari sini (Surakarta)-Madiun bukan hanya enak naik mobil, tapi naik kereta, misalnya gerbongnya bisa lebih optimal lagi,” ujar Emil, Jumat (20/1/2023).
Emil mengungkapkan obrolannya dengan Gibran berlangsung cukup seru. Dia kagum dengan sosok Gibran yang dinilai sukses menjalankan kepemimpinan.
“Mas Wali berangkat dari latar seorang enterpreneur, dengan leadership menyelesaikan masalah-masalah perkotaan di Solo (Surakarta),” kata dia.

Emil pun membayangkan bagaimana jika Jatim dan Jateng bisa saling berkolaborasi. Dia optimistis, dua provinsi ini bisa sama-sama maju dengan keunggulan masing-masing dan saling melengkapi.
“Bukan menang kalah tapi menang bersama, baik itu transportasi, ekonomi, maupun budaya,” ucap Emil.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Surakarta Gibran mengapresiasi Emil yang mau berbagi ide dan pengalaman. Dia mengakui, banyak bahan yang bisa dipertimbangkan untuk pembangunan Surakarta dari hasil obrolan dengan Emil.
“Pak Emil itu visioner, kita banyak sharing,” ucap dia.
[berita-terkait number=”3″ tag=”emil-dardak”]
Gibran menyoroti ide Emil soal pembangunan transportasi yang terintegrasi. Dengan begitu, diharapkan Jateng dan Jatim bisa saling terkoneksi.
“Kalau tadi beliau mengusulkan ada transportasi yang menghubungkan Solo sampai Madiun seperti Trans Jateng-Jatim,” ucap dia.
Lebih lanjut, Gibran mengungkapkan ada beberapa upaya yang tengah dia lakukan untuk mempercepat konektivitas. Utamanya antara Surakarta dengan Madiun.
Salah satunya, mempercepat elektrifikasi yang memungkinkan adanya kendaraan berbasis listrik. Ini mengingat Surakarta punya pangsa pasar cukup besar di Jatim, khususnya Ngawi dan Madiun. [beq/pilar.id]






