Malang (beritajatim.com) – Emil Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, meresmikan langsung mushola kecil R. Maskuroh di Dusun Gunung Sari, Desa Sawahan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Minggu (22/1/2023) kemarin.
Lalu siapa sebenarnya R.Maskuroh? Maskuroh adalah ibu kandung dari Inisiator Hari Santri Nasional KH. Thoriq Bin Ziyad.
Gus Thoriq sapaan akrabnya, mengaku tersanjung seorang Wakil Gubernur Jawa Timur rela datang jauh-jauh hanya untuk meresmikan sebuah mushola kecil di pelosok desa.
“Kami sendiri merasa tersanjung ya, kami begitu mengapresiasi Pak Wagub Emil. Beliau kita undang memang, ternyata mau datang jauh-jauh hanya untuk meresmikan Musola kami yang kecil ini,” ungkap Gus Thoriq, Senin (23/1/2023) siang mengawali pembicaraan lewat sambungan telepon.

Gus Thoriq bercerita, sekelas peresmian mushola saja Emil Dardak berkenan hadir. Dia sangat kagum dengan apresiasi yang diberikan Wagub Jatim tersebut.
“Ini adalah kecerdasan dari seorang Pak Wagub Emil. Dimana intinya, kami ingin memberikan inspirasi bagi generasi muda yang masih mempunyai sosok Ibu, hormatilah ibumu. Jadikan ibumu segalanya, dan berikan yang terbaik buat ibumu,” beber Gus Thoriq.
R. Maskuroh adalah ibu kandung Gus Thoriq yang kini sudah berusia 68 tahun. “Itu nama ibu saya, kami abadikan jadi nama Musola. Alhamdulillah ibu masih sehat, semoga dengan ini saya bisa memberikan contoh pada generasi muda seluruhnya untuk selalu menghormati seorang Ibu,” tegas Gus Thoriq.
[berita-terkait number=”3″ tag=”emil-dardak”]
Mushola R. Maskuroh sendiri berada di lahan milik Gus Thoriq seluas 3.000 meter. Ia namakan lahan tersebut nantinya sebagai Wisma Santri Indonesia (WSI). Selain Musola, Gus Thoriq juga sudah menyiapkan sejumlah rumah tinggal atau Home Stay 20 kamar.
Terbagi pada dua lantai, seluruh kamar berukuran 5×7 meter akan dilengkapi fasilitas memadai. Termasuk, menyediakan sport center dan juga aula. Yang menarik, seluruh fasilitas dalam Wisma Santri Indonesia, di peruntukkan bagi orang-orang berilmu yang kebetulan sedang ada kegiatan di Kabupaten Malang bagian Selatan.

“Wisma Santri Indonesia sebagai bentuk pelayanan kami bagi kaum berilmu yang kebetulan sedang ada acara di Malang Selatan, mungkin mereka kemalaman di jalan, atau lelah mungkin. Silahkan istirahat di wisma kami,” tutur Gus Thoriq.
Pria yang juga Pengasuh Ponpes Babussalam Banjarejo, Pagelaran, Kabupaten Malang itu menambahkan, Wisma Santri Indonesia ia dedikasikan bagi generasi muda untuk ikut memberikan manfaat bagi orang lain. Serta, menghormati jasa-jasa orang tua terutama sosok Ibu.
“Pesan dari Pak Wagub Emil ya semoga mushola dan Wisma Santri ini bisa bermanfaat bagi masyarakat. Bisa digunakan seluruh umat dan lebih produktif,” kata Gus Thoriq menirukan pesan Wagub Jatim. [yog/beq]






