Magetan (beritajatim.com) – Wacana pembangunan exit tol di Kabupaten Magetan mendapat perhatian dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. Ia menegaskan bahwa pembahasan pintu keluar tol tersebut harus melalui kajian matang, khususnya terkait analisa kelayakan finansial.
Emil menjelaskan, pembangunan exit tol tidak bisa dilepaskan dari perjanjian pengusahaan jalan tol yang berada di bawah kewenangan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
“Tentunya kami mendukung harapan dari Ibu Bupati. Namun, ini membutuhkan analisa kelayakan finansial karena biaya pembangunan exit tol harus sebanding dengan potensi traffic tambahan yang muncul,” kata Emil, Senin (25/8/2025).
Menurutnya, skema pendanaan bisa saja melibatkan partisipasi pemerintah. Namun, opsi itu juga harus mempertimbangkan prioritas pembangunan lain yang tengah berjalan di Magetan.
“Misalnya jalan kembar (twin road) ke arah Madiun, peningkatan jalan menuju Sarangan, dan beberapa jalan kabupaten yang juga harus dijaga,” ujarnya.
Meski demikian, Emil menegaskan bahwa pihaknya bersama Pemkab Magetan akan terus berupaya agar peluang menghadirkan exit tol tetap terbuka.
“Kami terus berikhtiar agar kemungkinan marjinal untuk memperoleh exit tol ini bisa terwujud,” pungkasnya. [fiq/beq]






