Sampang (beritajatim.com) – Meskipun beberapa kali hujan turun, embung yang ada di Desa Bunten, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, hingga kini belum juga terisi air. Hal ini menyebabkan ratusan warga desa yang bergantung pada embung untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, seperti mandi dan mencuci, merasa cemas.
Pantauan di lokasi, embung yang seharusnya menampung air hujan, malah tampak mengering. Tak ada genangan air yang terlihat, hanya lumpur yang mulai mengering.
Salah seorang warga, Rara, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai kondisi embung yang tak kunjung terisi.
“Hampir dua bulan ini embung di desa kami mengering, sementara untuk memenuhi kebutuhan air, kami membeli dari mobil tangki,” kata Rara, Kamis (7/11/2024).
“Kami gelisah jika musim hujan tidak segera datang, karena pengeluaran kami bertambah untuk membeli air bersih.”
Hal senada juga diungkapkan oleh Hamzah, warga setempat, yang mengungkapkan keresahannya karena embung yang tidak kunjung terisi.
“Selain untuk kebutuhan air rumah tangga, embung ini juga sangat penting sebagai sumber irigasi. Jika embung terus mengering, kami tidak bisa bercocok tanam,” ungkapnya.
Mayoritas penduduk Desa Bunten berprofesi sebagai petani, dan mereka berharap hujan segera turun untuk memastikan keberlanjutan kegiatan pertanian mereka. “Embung ini sangat penting untuk kehidupan kami. Kami berharap musim hujan segera datang agar kami bisa kembali bekerja di ladang,” ujar Hamzah.
Warga Desa Bunten berharap pihak terkait segera mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini, mengingat keberadaan embung sangat vital bagi kehidupan mereka sehari-hari dan keberlanjutan sektor pertanian di desa tersebut. [sar/beq]






