Malang (beritajatim.com) – Juru Bicara Tim Pemenangan Risma-Gus Hans, Abdul Aziz menargetkan, kenaikan elektabilitas dan elektoral bagi Paslon nomor urut 3 di Pilgub Jatim, Risma-Gus Hans naik setiap pekannya diatas 7 hingga persen 8 persen.
“Coblosan kan masih tanggal 27 November 2024, yang berarti masih ada waktu 5 pekan untuk bekerja all out. Jika tiap pekan naik 7 persen dikalikan 5 pekan sama dengan 35 persen. Kami yakin, tren survey yang terus positif ini akan merangkak naik seiring, Ibu Risma dan Gus Hans yang keliling di lima sampai tujuh tempat per hari,” ungkap Aziz, Sabtu (12/10/2024).
Aziz mengaku, dari hasil beberapa lembaga survey seperti Surabaya Survey Conter (SSC) yang dilakukan pada 21-29 September 2024 di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur beberapa waktu lalu, menempatkan posisi Risma-Gus Hans naik menjadi 32,1 persen.
“Hampir seluruh lembaga survey menempatkan Risma-Gus Hans sebagai Paslon dengan tren kenaikan yang luar biasa,” tegasnya.
Aziz bilang, tren survey Risma Gus-Hans naik secara signifikan. Pasalnya, sepekan sebelumnya, rilis survey Indikator Politik juga menyebutkan Risma-Gus Hans berada di angka 26 persen.
“Artinya, kenaikannya adalah 7 persen. Kami melihat 7 persen kenaikan survey ini, selain paralel dengan dengan popularitas Ibu Risma dan Gus Hans, juga kerja Tim Pemenangan yang tidak mengenal kata putus asa. Seluruh kantong suara kita masuk, meyakinkan mereka akan harapan jika Risma-Gus Hans memimpin Jatim,” bebernya.
Aziz menambahkan, Tim Pemenangan menargetkan kenaikan elektabilitas dan elektoral Risma-Gus Hans, tiap pekan antara 7 persen hingga 8 persen. Sedangkan per tanggal 29 Oktober 2024 mendatang, survey Risma-Gus Hans harus suda diangka 32,1 persen.
“Maka, bila dijumlahkan dengan potensial kenaikan per pekannya 7 persen, yakni 35 persen. Sehingga pada ujung masa kampanye 23 November 2024 mendatang adalah 67 persen. Di sinilah potensi kuda hitam Risma-Gus Hans dalam Pilgub Jatim,” kata Aziz.
Untuk mewujudkan target di atas, sambung Aziz, pihaknya terus melakukan konsolidasi ke masyarakat di hampir 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Termasuk intensif bertemu dengan berbagai tokoh masyarakat, pesantren, perguruan tinggi, para advokat yang simpati dan mendukung Paslon 03 karena alasan ketokohan yang tegas. Yakni politisi tapi tidak politis dalam memimpin.
Tim Pemenangan Risma-Gus Hans sejauh ini sudah melakukan konsolidasi dengan para aktivis lintas organisasi pemuda. Termasuk aktivis anti korupsi, yang sejak awal merasa memiliki kesamaan visi dengan sosok Risma yang dikenal jelas dan bersih (clear and clean) dari dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Baik saat menjadi Wali Kota Surabaya 2 periode maupun menjadi Menteri Sosial.
“Pembawaan Ibu Risma yang apa adanya, mudah menyapa dan bergaul dengan semua lapisan masyarakat menjadi poin tersendiri. Tidak saja dari kalangan umat Islam, non muslim pun kami komunikasi tiada henti. Selain mensosialisasikan visi, misi, dan program kerja Risma-Gus Hans, kami tak lupa menjelaskan sepak terjang seorang Risma waktu memimpin Surabaya dan Kementerian Sosial. Insya Allah, satu pekan sebelum berakhir masa kampanye, akan ada kejutan di mana Ibu Risma akan mendapatkan dukungan luar biasa dari lapisan masyarakat, baik muslim maupun non muslim,” terangnya.
Menurut Aziz, masyarakat berpendapat Risma adalah sosok yang tulus dalam menjalankan kepemimpinan, dan tampil menjadi penjaga keberagaman.
“Kepedulian Ibu Risma pada segenap lapisan masyarakat tanpa membedakan SARA: suku, agama, ras, dan antar golongan, tak diragukan. Persepsi positif yang demikian, menambah energi Tim Pemenangan untuk tak berhenti melakukan konsolidasi politik,” ujarnya.
Menurut Aziz, dari beberapa kampanye Risma yang bertemu masyarakat secara langsung baik di Surabaya, Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, Lumajang, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso dan wilayah Madura, dukungan pada Risma-Gus Hans sangat tinggi.
“Bahkan mereka yang mendukung ini tidak tergabung dalam Tim Relawan, mereka antusias untuk memenangkan Risma-Gus Hans. Energi besar inilah yang membuat kami Tim Pemenangan optimistis dapat mewujudkan target 67 persen elektabilitas dan elektoral Risma-Gus Hans dalam memenangkan Pilkada Jatim tahun ini,” Aziz mengakhiri. (yog/ted)






