Surabaya (beritajatim.com) – Elektabilitas Perindo di Jatim cukup tinggi. Ini membuat Perindo mampu menembus jajaran partai papan tengah.
Berdasarkan survei Surabaya Research Syndicate (SRS), Perindo meraih elektabilitas di Jatim sebesar 5,2 persen. Elektabilitas ini mengungguli tiga partai lain yang menduduki parlemen yaitu PPP, PKS, dan PAN.
“Partai besutan Hary Tanoesoedibjo berhasil merangsek menjadi partai papan tengah dengan elektabilitas sebesar5,1 persen di Jawa Tengah dan 5,2 persen di Jawa Timur,” ujar Peneliti SRS, Edwin Abdul.
Capaian ini cukup bagus dibandingkan Pemilu 2019. Saat itu, Perindo hanya meraih elektabilitas sebesar 2,3 persen.
Menurut Abdul, meningkatnya elektabilitas ini tentu berpengaruh terhadap Perindo. Dia memprediksi Perindo bakal lolos ke Senayan pada Pemilu 2024, mengingat Jatim merupakan salah satu lumbung suara terbesar.
Baca Juga:
Ini 9 Tokoh Malang Paling Berpengaruh Versi Partai Perindo
“Keberhasilan mencapai elektabilitas di atas 5 persen akan berpengaruh besar pada lolosnya Partai Perindo menembus parliamentary threshold pada Pemilu 2024 mendatang,” ucap dia.
Untuk bisa meraih dua digit suara, Perindo menjalankan sejumlah langkah strategis. Seluruhnya difokuskan untuk memperkuat mesin partai khususnya di Jatim, Jateng, Banten, dan Jabar.
Tak hanya itu, Perindo yang dikenal cukup dekat dengan masyarakat kecil gigih memperjuangkan terciptanya lapangan kerja baru demi terwujudnya Indonesia sejahtera. Komitmen ini ditunjukkan melalui pelantikan para Ketua DPW Perindo di Pulau Jawa.
Baca Juga:
Djoko Susanto: Perbaikan Jember Diawali dari Pembenahan Birokrasi
Mereka yang dilantik oleh Ketum DPP Perindo Hary Tanoesoedibjo yaitu Letjen TNI (Purn) R Wisnoe Prasetja Boedi sebagai Ketua DPW Perindo Jatim, Mayjen TNI (Purn) Wuryanto jadi Ketua DPW Perindo Jateng.
Selain itu, Hary juga melantik Mayjen TNI (Purn) Joko Warsito jadi Ketua DPW Perindo Banten. Juga melantik Brigjen TNI (Purn) Umar Sanusi sebagai Ketua DPW Perindo Jabar.
Survei SRS ini dijalankan pada 16-23 Maret 2023 di Jatim dan Jateng, melibatkan 1.200 responden berusia 17 tahun. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan wawancara tatap muka.
Sedangkan margin of error diklaim pada batasan 2, persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. [beq]






