Gresik (beritajatim.com)- Babak baru hilirisasi industri nasional resmi dimulai dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik. PT Xinyi Solar Indonesia melepas ekspor perdana solar glass sebanyak 10 kontainer ke India pada awal Maret 2026, dengan nilai devisa melampaui Rp1,9 miliar.
Momentum ini menandai langkah strategis Indonesia dalam memperkuat rantai pasok global industri energi terbarukan.
Ekspor tersebut menjadi tonggak penting bagi pengembangan industri manufaktur berbasis energi bersih di dalam negeri. Solar glass sebagai komponen utama panel surya memiliki peran vital dalam mendukung transisi energi global, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai pemain baru dalam industri hijau dunia.
Keberhasilan ekspor perdana ini tidak terlepas dari sinergi antara Kantor Bea dan Cukai Gresik bersama Administrator KEK Gresik yang memastikan seluruh proses kepabeanan dan pemanfaatan fasilitas kawasan berjalan cepat, tepat, dan sesuai regulasi.
Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Asep Munandar, menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar keberhasilan perusahaan, melainkan refleksi pertumbuhan ekonomi kawasan dan dukungan konkret terhadap proyek strategis nasional di JIIPE.
“Kami memandang investasi dan ekspor ini sebagai bagian dari penguatan ekosistem industri di KEK JIIPE yang merupakan Proyek Strategis Nasional. Bea Cukai berkomitmen memastikan fasilitas kepabeanan mampu mendorong percepatan realisasi proyek strategis secara optimal dan akuntabel,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Sementara itu, Kepala Administrator KEK Gresik, Ibnu Sina mengapresiasi atas kolaborasi lintas instansi yang dinilai menjadi fondasi terciptanya kepastian layanan bagi pelaku usaha.
Ia menjelaskan, PT Xinyi Solar Indonesia tergabung dalam klaster Industri manufaktur dan energi terbarukan, melengkapi klaster lainnya seperti klaster industri hilirisasi mineral yang sebelumnya diisi oleh PT Freeport Indonesia (PTFI).
“Ekspor ini mempertegas peran KEK Gresik sebagai magnet investasi baru dan pusat pertumbuhan industri berbasis teknologi. Selain mendorong pemerataan pembangunan industri di daerah, keberadaan industri solar glass juga membuka peluang transfer teknologi dan peningkatan daya saing tenaga kerja nasional,” ungkapnya.
Dengan ekspor perdana ini lanjut dia, Indonesia semakin menunjukkan keseriusannya dalam membangun ekonomi hijau dan mempercepat transformasi struktur industri menuju ekonomi berbasis teknologi serta energi bersih. (dny/ted)






