Jombang (beritajatim.com) – Ratusan orang mengantar jenazah eks Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko ke peristirahatan terakhirnya. Bupati Jombang 2013-2018 ini dimakamkan di samping pusara sang istri, Tjaturina Yuliastuti Wihandoko. Di makam keluarga itu pula terdapat pusara kedua orangtua Nyono Suharli.
Komplek pemamakan itu berada di belakang rumah almarhum, jaraknya sekitar 300 meter. Begitu jenazah dimasukkan ke liang lahat, tangis keluarga langsung pecah. Tangis mereka tak terbendung. Mereka seolah tak percaya, Mantan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko meninggal di usia ke-60.
Yakni saat yang bersangkutan menjalani perawatan di RSSA (Rumah Sakit Syaiful Anwar) Malang akibat gangguan jantung yang dideritanya. Para tokoh dan pejabat juga ikut mengantar Nyono Suharli ke pemakaman. Di antaranya Wakil Bupati Jombang Sumrambah, Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi, serta Pengasuh PP (Pondok Pesantren) Tebuireng Jombang KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.
BACA JUGA:
Mantan Bupati Jombang Nyono Suharli Meninggal Dunia
Jenazah tiba di rumah duka di Dusun Balonggading, Desa Sepanyul, Kecamatan Gudo, Jombang pada pukul 10.50 WIB. Sebuah ambulans warna putih N 9055 A memasuki halaman rumah berasitektur kuno tersebut. Begitu jenazah diturunkan isak tangis keluarga langsung pecah. Terutama dua wanita muda yang nampak histeris. Dua wanita itu adalah anak kandung Nyono Suharli.
Usai di salati, jenazah diantar menuju ke peristirahatan terakhir di makam keluarga yang berada di belakang rumahnya. Rausan petakziah mengantar jasad mantan bupati ini. Makam almarhum berada di sebelah makam istrinya Tjaturina Yuliastuti Wihandoko. Almarhum meninggalkan seorang istri, dua orang putri dan dua cucu.

Lukito, kakak kandung dari Nyono Suharli mengatakan, almarhum masuk RS Syaiful Anwar Malang pada Selasa (21/3/2023) malam. Pada Rabu pagi dilakukan evaluasi, dan pada siangnya mau dipasang ring di jantung mantan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur ini.
Sebenarnya Lukito berharap sang adik dirawat di Surabaya atau Jakarta, kalau perlu ke Malaysia. Tapi kata dokter RSSA, almarhum sudah tidak kuat. Sehingga kalau dibawa ke Surabaya risikonya terlalu tinggi. Setelah mendapat jaminan dari dokter, maka diambil tindakan. Ternyata ada penyumbatan di cabang utama jantungnya 90 persen.
BACA JUGA:
Tangis Wanita Tua di Halaman Rumah Eks Bupati Jombang Nyono Suharli
Pada Kamis (23/3/2023), setelah berhasil dibor, jantung Nyono Suharli dipasang ring. “Setelah ditunggu sehari, pada Jumat malam terjadi anfal. Itu sampai tiga kali. Terus terakhir tadi pagi usai subuh diketahui terjadi lagi anfal. Setelah dokter datang. “Sekitar pukul 5.30 pagi beliau dinyatakan meninggal,” kata Lukito. [suf/ted]






