Ekbis

Satu Pabrikan Belum Lakukan Pembelian Tembakau

Sejumlah warga melakukan pengecekan tembakau di salah satu gudang tembakau di Pamekasan. [Foto: Samsul Arifin/beritajatim.com]

Pamekasan (beritajatim.com) – Satu dari total tujuh pabrikan tembakau yang berada di Kabupaten Pamekasan, yakni Pabrikan Bentoel hingga saat ini belum melakukan pembelian tembakau petani karena belum ada informasi dari pusat di Malang, Jawa Timur.

Hal itu disampaikan Kepala Disperindag Pamekasan, Bambang Edy Suprapto seputar proses pembelian tembakau petani di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam. “Hingga saat ini hanya Bentoel yang belum melakukan pembelian, karena menunggu informasi dari pusat di Malang,” kata Bambang kepada beritajatim.com, Kamis (29/8/2019).

“Sementara enam pabrikan lainnya, yakni Djarum, Gudang Garam, Grendel, Noyorono, Sadhana Arif Nusa, dan Sukun. Sudah mulai buka dan melakukan pembelian sejak pekan kedua Agustus 2019 lalu,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya menyampaikan pembelian tembakau petani oleh pihak pabrikan juga mengacu pada Break Event Point (BEP) yang sudah ditetapkan sejak 28 Maret 2019 lalu. “Rata-rata BEP yang disepakati sebesar Rp 42.643 per kilogram (kg),” tegasnya.

“Namun untuk diketahui bersama, BEP ini tergantung dari jenis tembakau yang dijual petani tembakau. Kalau tembakau tanah sawah dipatok dengan harga sebesar Rp 32.484 per kg, tembakau tanah tegal sebesar Rp 41.581 per kg, dan tembakau tanah gunung sebesar Rp 55.101 per kg,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga membeberkan penetapan BEP tersebut disusun bersama DPRD Pamekasan, Dinas Pertanian dan Hortikultura, Bagian Perekonomian, KUTP, KTNA, dan KUTP, serta perwakilan kuasa pembelian pabrik rokok. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar