Surabaya (beritajatim.com) – Mbah Soenarti, perempuan berusia 75 tahun warga Asem Jaya, Kelurahan Tembok Dukuh Kecamatan Bubutan masih terlihat bugar menjalani aktivitasnya menggoreng peyek. Mbah Soenarti dalam satu hari bisa membuat 6 hingga 8 toples besar peyek per hari. Harga per toples krupuk peyek pada kisaran Rp 60 rb.
Wakil Sekretaris (Wasek) PDI Perjuangan Surabaya Achmad Hidayat memuji Usaha Kecil Menengah (UKM) Sehati yang mampu mengkolaborasikan potensi yang ada dan mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat Surabaya.
“Mbah Soenarti jago memasak peyek dibina oleh UKM Sehati dan dilakukan pengemasan yang baik. Selanjutnya harus didorong agar bisa dipasarkan di platform digital,” kata Achmad Hidayat di lokasi, Rabu (12/4/2023).
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/ratusan-mahasiswa-demo-di-kantor-dprd-jatim-tolak-uu-cipta-kerja/
Achmad menjelaskan di era digital seperti sekarang, ekosistem penguatan dan pemberdayaan UKM harus seiring dengan zaman. Oleh sebab itu, inovasi-inovasi digital dapat menjadi jalan UKM bisa memiliki pasar yang lebih luas. “Ini peluang buat pengusaha-pengusaha kecil menengah,” katanya.
Achmad menyebut semangat untuk berdikari secara ekonomi yang dilakukan Mbah Soenarti patut diteladani. Di usia yang tak lagi muda masih mampu berkarya untuk membantu kebutuhan hidup sehari – hari. “Yang seperti ini perlu diapresiasi dengan dibeli, disemangati dan dibantu untuk pemasarannya agar semakin banyak lagi warga yang meniru semangat mbah Soenarti,” kata politisi muda ini.
Pada kesempatan itu, Achmad juga memborong kerupuk peyek yang ada. Selain itu, Achmad juga menyemangati Mbah Soenarti dan mendoakan agar banyak lagi orang yang memesan kerupuk peyek buatannya. “Harus kita jaga supaya tetap hidup para pelaku UKM,” pungkas mantan aktivis GMNI ini.[asg/kun]






