Probolinggo (beritajatim.com) – Di tengah upaya penyelamatan bumi dari ancaman perubahan iklim, dan juga untuk mendukung konservasi ekosistem, PT Paiton Energy dan Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI) melakukan penanaman 30 ribu bibit pohon berbagai jenis.
Pemilihan penanaman bibit pohon seperti Gamelina dan Jati secara nilai sekuestrasi penyerapan karbon tergolong tinggi, sehingga program ini secara jangka panjang mampu dijadikan sebagai investasi karbon stok.
Chief Financial Officer PT Paiton Energy Bayu Widyanto mengatakan, pada kegiatan ini perusahaan ingin berkontribusi dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Serta menerapkan Environmental Social and Governance (ESG).
“Melalui kegiatan ini perusahaan juga berupaya mendorong agar menanam pohon menjadi perilaku dan kebiasaan masyarakat sehari-hari. Pada akhirnya, masyarakat mendapatkan manfaat dari kelestarian alam, serta manfaat ekonomi dari buah maupun kayunya,” kata Bayu Widyanto dalamketerangannya, Sabtu (11/02/2023).
Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, PT PE POMI telah menanam hingga 150 ribu pohon. Sedangkan pada tahun lalu, sepanjang 2022 Perusahaan menanam sebanyak 34.565 bibit pohon.
Dengan program Paiton bErsiNERGY yang dilaksanakan Paiton Energy dan POMI dengan pendekatan pentahelix, yaitu kemitraan multipihak antara pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat sipil, dan media massa.
Selanjutnya 22 Januari 2023 kemarin, melalui Paguyuban Istri Karyawan PT POMI (PIPMI), Perusahaan juga menyerahkan 200 bibit pohon kelengkeng kepada masyarakat Desa Plampang, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.
[berita-terkait number=”3″ tag=”paiton-energy”]
Kegiatan tersebut diawali dengan penyerahan bibit pohon kelengkeng kepada Kepala Desa Plampang, yang kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis. Jumlah peserta yang hadir sekitar 200 orang terdiri dari karyawan PT POMI beserta keluarga, dan masyarakat desa.
President Director PT POMI Sugiyanto mengatakan kegiatan ini diadakan untuk memberikan edukasi kepada peserta akan pentingnya menjaga kelestarian alam, membangun kebersamaan, dan kerjasama dalam menciptakan kehidupan sosial yang sehat dan harmonis.
“Para peserta dan warga desa juga berkesempatan untuk menanam pohon dan belajar mengenai pentingnya penanaman pohon bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Sugiyanto. (eko/ted)






