Banyuwangi (beritajatim.com) – PT ASDP Indonesia Ferry cabang Ketapang-Gilimanuk melarang penjualan tiket di sepanjang jalur menuju pintu masuk pelabuhan. Pihak operator telah menempatkan loket tiket penyeberangan pada satu titik.
Titik tersebut di antaranya di Terminal Sritanjung di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, untuk kedatangan dari Surabaya via Situbondo. Sedangkan dari arah Jember, tiket bisa didapat di sekitar SPBU Farly sebelum pelabuhan.
Sementara dari Bali, loket tiket dibuka di rest area Cekik, Gilimanuk, Jembrana, Bali. Hal ini untuk mengantisipasi antrean yang kerap terjadi saat libur natal dan tahun baru.
“Kita jauh-jauh hari telah mengantisipasi agar tidak terjadi penumpukan di depan pintu masuk pelabuhan, loket tiket kita tempatkan di satu titik,” jelas GM PT ASDP Indonesia Ferry cabang Ketapang – Gilimanuk, M. Yasin.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Banyuwangi”]
Sementara, loket tiket yang berada di sekitar pelabuhan ditutup dan dilarang beroperasi. Karena, jika dibuka akan menimbulkan penumpukan kendaraan yang antre.
“Jadi di titik itu warga bisa beli langsung masuk ke pelabuhan. Selain itu, pelayanan juga kita tingkatkan, seperti tempat istirahat maupun terminal penumpang di pelabuhan,” katanya.
Sejauh ini pergerakan penumpang dari dua arah baik dari Pulau Jawa dan Pulau Bali cukup berimbang. Meskipun ada peningkatan sekitar 50 persen dari tahun lalu. [rin/beq]






