Kediri (beritajatim.com) – Pabrik Gula (PG) Meritjan Kediri mendapat target produksi tebu pada musim giling tahun 2023 ini sebesar 212.533 ton. Sedangkan untuk produksi gula yang dihasilkan sebesar 14.765,68 ton.
Manajer Keuangan dan Umum PG Meritjan Kediri Ardian Widi Nugroho mengatakan, hingga 49 hari giling sejak 5 Juni 2023 lalu, sudah tercapai tebu sebesar 83.629,91 ton atau sekitar 39 persen.
“Untuk produksi gula tercapai 5.320 ton atau 36 persen. Sedangkan tetes 4265,3 ton atau 44 persen,” kata Ardian Widi Nugroho, pada Senin (24/7/2023).
Musim giling tahun ini, diakui Ardian, sedikit terganggu oleh cuaca ekstrem. Kemarau yang terjadi pada awal musim giling, sempat diselingi oleh hujan tinggi yang berpengaruh pada produksi bahan baku tebu.
Baca Juga : Wali Kota Kediri Harapkan UMKM Berkembang Lebih Besar
Meskipun begitu, Ardian optimis target produksi bakal terpenuhi pada pertengahan September 2023 mendatang.
“Dalam hal ini, kami sebisa mungkin beroperasional secara baik. Dengan keterbatasan yang kami punya, kami tetap bisa mengikuti perkembangan produksi gula maupun tetes dengan PG di sekitar wilayah Kediri,” terang Ardian.
Beberapa hal yang sudah dijalakan oleh PG Meritjan Kediri untuk memenuhi target produksi, kata Ardian adalah menjaga alat-alat produk bekerja secara prima.
“Memang produk tidak seperti gula yang lebih maju atau modern,” tambahnya.
Baca Juga : Warga Kediri Mengeluh Sulit Dapatkan Elpiji Melon dan Mahal
Dalam proses produksi ini, diakui Ardian, PG Meritjan Kediri mengoptimalkan SDM yang dimiliki dengan total sekitar 568 orang. Meskipun dari jumlah tersebut mayoritas adalah karyawan tidak tetap, sementara karyawan tetap hanya 98 orang.
PG Meritjan Kediri selama ini memperoleh pasokan bahan baku tebu dari petani di sekitar pabrik. Sesuai pengaturan dari Region Jatim 1, cakupan wilayah bahan baku tebu dari Kediri dan sebagian Nganjuk.
“Wilayah Kediri terbentang mulai dari Kecamatan Mojo sampai di persinggungan PG Pesantren. Sebisa mungkin ditata oleh Region Jatim 1, agar tidak bersaing secara kurang baik,” tutup Ardian. [nm/ted].






