Ekbis

Pasokan Susu Kurang, Arla Indofood Kembangbiakan Sapi Perah

Surabaya (beritajatim.com) – PT Arla Indofood, perusahaan patungan antara Indofood dan Arla Foods Amba, perusahaan susu internasional dan penghasil susu organik asal Denmark, melepas ke pasaran sapi perah berkualitas tinggi dari Pusat Pembesaran Pedet (Calf Rearing Center), yang dikembangkan bekerja sama dengan Koperasi Peternak Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan dan PT Indolakto, di Pasuruan, Jawa Timur.

Bermitra dengan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dan para pemangku kepentingan utama lainnya, PT Arla Indofood mengembangkan peternakan sapi perah lokal dengan praktik pengembangbiakan pedet yang baik (good rearing practice) dan berkelanjutan di Pasuruan, Jawa Timur. Tujuannya, untuk membantu para peternak lokal dalam penyediaan sapi perah yang berkualitas.

Industri persusuan Indonesia menghadapi tantangan besar. Produksi susu nasional yang saat ini masih tergolong rendah, hanya menghasilkan 900.000 ton susu per tahun. Produksi ini hanya memenuhi kurang dari seperlima permintaan nasional yang sebenarnya meningkat setiap tahunnya.

Populasi sapi perah yang hanya mengandalkan kelahiran alami menjadi salah satu penyebab produksi susu nasional tumbuh tipis. Tantangan ini tak pelak menjadikan kualitas dan kuantitas susu sapi lokal masih di bawah standar.

“Sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam membantu menjawab tantangan industri susu nasional, khususnya membantu pemerintah untuk memenuhi 60 persen target permintaan susu nasional di 2021, PT Arla Indofood mengembangkan peternakan sapi perah lokal yang berkelanjutan melalui dibangunnya Pusat Pembesar Pedet hasil kerjasama dengan KPSP Setia Kawan dan PT Indolakto di Pasuruan, Jawa Timur,” kata Ciptadi Sukono, Managing Director PT Arla Indofood.

“Kami berharap dengan adanya inisitiaf ini para peternak lokal dapat terbantu untuk memiliki sapi perah yang berkualitas, menggantikan sapi-sapi mereka yang sudah mulai tidak produktif, dengan harga yang terjangkau,” sambungnya.

Pihaknya yakin dengan adanya Pusat Pembesar Pedet ini dapat menjadi sarana pembelajaran bagi peternak di sekitar lokasi serta menjadi contoh untuk pembuatan modul praktik pengembangbiakan pedet yang baik dan diimplementasikan oleh koperasi-koperasi lain atau peternak lokal lainnya. Selain itu, manfaat ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat disekitarnya juga diharapkan menjadi nilai utama dari Pusat ini untuk jangka panjang.

“Pusat Pembesar Pedet hasil kerjasama PT Arla Indofood, PT Indolakto dan KPSP Setia Kawan ini merupakan suatu inisiatif yang sangat kami apresiasi. Pusat ini akan sangat bermanfaat untuk peternak sapi perah lokal dalam mendapatkan bibit sapi perah yang berkualitas. Diharapkan sapi-sapi yang dihasilkan semakin meningkat kualitasnya dan para peternak semakin baik dalam perawatan ternaknya dengan terus menjaga kebersihan kandang, memperkuat pencatatan, serta menjaga kualitas mutu pakan,” dukung drh Wemmi Niamawati, MMA, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.

Pusat Pembesar Pedet yang dirintis sejak 2018 ini mengembangbiakan 60 pedet setiap tahunnya, dimana 25 diantaranya saat ini siap dipasarkan. Perkembangan pedet ini sangat baik dengan pertambahan berat rata-rata lebih dari 0,5 kg per hari sejak masih pedet pada saat awal. Rata-rata berat badan sapi telah mencapai 285-300 kg pada usia 12 bulan.

Sebanyak 50 peternak sapi perah pun telah dilatih tentang praktik pengembangbiakan pedet yang baik sebagai bagian dari upaya PT Arla Indofood dalam mentransfer keahliannya dalam bidang usaha susu internasional ke industri susu lokal.

“Inisiatif yang merujuk kepada Strategi Global untuk Peternakan Sapi Perah Berkelanjutan Arla Foods ini menjadikan kami bersemangat untuk untuk mewujudkan peternakan sapi perah yang lebih berkelanjutan di Indonesia dan selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (United Nations Sustainable Development Goals) nomor 12 yang memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan dan nomor 17 mengenai kemitraan untuk pembangunan yang berkelanjutan. Karena setiap inisiatif positif, terlepas dari skalanya, akan menjadi penentu keberhasilan yang akan dinikmati oleh masyarakat Indonesia di masa depan,” tutup Ciptadi. [rea/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar