Pasuruan (beritajatim.com) – Nelayan di pesisir Kota Pasuruan memilih tak melaut. Hal ini akibat cuaca ekstrem yang terus terjadi dalam beberapa hari belakangan.
Seperti halnya Basori, nelayan asal Panggungrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan sudah tak melaut selama seminggu. Tak hanya Basori, 300 nelayan lainnya juga ikut tak mencari ikan karena angin kencang yang dapat memicu gelombang tinggi.
“Kalau libur gini biasanya milih untuk memperbaiki jaring ikan yang biasa kita pakai. Kalau nggak ada kegiatan lainnya ya nganggur saja di rumah,” kata Basori.
Bahkan tak jarang para nelayan yang libur melaut memilih untuk berjualan minuman kemasan dan makanan ringan. Hal ini dilakukan agar masih ada pendapatan setiap harinya.
Baca Juga: Rumah 50 Warga Kabupaten Pasuruan Bakal Diperbaiki Melalui BSPS
Namun, masih ada nelayan yang nekat melaut meski kondisi cuaca ekstrem. Bahkan para nelayan juga sangat mengetahui kondisi perahu yang terbalik jika tetap melaut.
Menanggapi hal ini Kasat Polairud, Polres Pasuruan, AKP Winardi terus menghimbau para nelayan. Sehingga para nelayan dieajibkan untuk membawa perlengkapan alat keselamatan.
“BMKG memprediksi angin kencang masih terjadi, namun belum ada himbauan. Sehingga kami anjurkan bagi para nelayan agar berhati-hati dan waspada gelombang tinggi,” kata Winardi. [ada/beq]






