Surabaya (beritajatim.com) – Para pedagang ketupat mulai menjamur jelang Idul Fitri 2023. Seperti terlihat di sepanjang jalan Pasar Keputran Surabaya, pada pedagang menganyam daun janur ini menjadi ketupat untuk dijual.
Salah satu pedagang ketupat, Warsinah, asal Madura ini mengatakan sudah tiga hari ini mulai jualan janur dan ketupat. Saat ini, harga janur cukup tinggi.
Meski harga janur saat ini cukup tinggi namun menurutnya peminat ketupat untuk lebaran tetap banyak. Dibanding tahu lalu, harga ketupat memang.
Baca Juga:
Khofifah Ajak Habiskan Libur Lebaran dengan Wisata di Jatim
Biasanya daun jamur satu gebok dijual pada harga Rp8.000 hingga Rp9.000, kini dibanderol Rp10 ribu hingga Rp15 ribu.
Sementara untuk janur yang sudah menjadi ketupat sebelumnya dijual Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per pak berisikan 5 sampai 6 bij, sekarang menjadi Rp15 ribu. Sedangkan untuk yang sudah matang, para pedagang ini menjual dengan harga Rp40 ribu satu pak dengan isi 5 sampai 6 ketupat siap makan.
“Ya memang harga janur saat ini naik, karena kebutuhan penunjang ikut naik. Tapi minat para masyarakat memburu ketupat lebaran masih banyak karena mereka lebih memilih praktisnya tanpa ribet makanya biasanya beli yang sudah jadi anyaman ketupat meski kadang mereka juga nawar harga,”ungkap Warsinah, Kamis (20/4/2023).
Sementara itu salah satu konsumen asal Ngagel, Hartik Suryani yang setiap tahun selalu membeli ketupat untuk disajikan di hari Lebaran mengaku memang setiap tahun harga selalu naik. Meskipun terkadang ketupat yang tersedia tidak sesuai harapan.
Baca Juga:
Lebaran H-3, Ruas Tol Gempol – Pasuruan Mulai Dipadati Pemudik
Seperti daun yang digunakan kecil. Alhasil, kata Hartik, kurang bikin lega saat dimasak.
“Iya tahun ini naik lagi harganya biasanya cuma Rp10 ribu sekarang jadi Rp15 ribu, ditawar juga susah,” ucapnya.
Setiap tahun warga asli Surabaya ini selalu membuat ketupat sayur dengan sandingan opor dan sambal goreng hati, telur petis. Tak ketinggalan lepet, jajanan khas Jawa Timur berbahan dasar ketan, kelapa dan kacang kedelai yang dibungkus dan dikukus menggunakan daun janur. [way/beq]







