Tuban (beritajatim.com) – Sejak dua pekan terakhir, harga beras di pasaran melonjak naik, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Tuban sebut dampak dari El Nino yang tengah melanda.
Sebelumnya sempat diberitakan, harga beras di pasar Pramuka Tuban, beras premium yang semula Rp 12.500 kini menjadi Rp 14.000. Sedangkan, harga beras medium yang semula Rp 13.500 menjadi Rp 15.000.
Kepala Diskopumdag Tuban Agus Wijaya mengungkapkan, kenaikan harga beras ini tidak terjadi di wilayah Kabupaten Tuban saja, tapi hampir di semua Kabupaten atau kota di Indonesia yang disebabkan oleh dampak El Nino.
“Dari dampak el nino yang melanda ini menyebabkan budidaya padi tidak dapat leluasa dikembangkan karena keterbatasan air,” ucap Agus Wijaya.
Baca Juga: Pak Munar Mati Mengambang di Sungai Besini Jember
Pada umumnya, musim kemarau seperti ini sering mengalami kenaikan harga terutama pada harga beras, sebab pasokan padi terus menipis, gagalnya panen, sehingga berpengaruh pada harga di pasar.
“Maka dari itu, kami dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tuban sudah melakukan suplai beras Bulog di tiap Kecamatan,” kata Agus Wijaya.
Pria yang akrab disapa Agus ini juga menambahkan, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky sudah memberikan instruksi terkait pasokan beras Bulog sebagai alternatif, harga pada bulan Agustus 2023 sekitar Rp 9.450 per kilogram, namun pada September ini mengalami kenaikan menjadi Rp 10.900 untuk HET tertinggi dari Bulog.
“Terkait suplai kebutuhan beras, kita bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Khususnya, beras yang layak konsumsi dengan harga terjangkau,” imbuhnya.
Oleh karenanya, Agus berharap masyarakat Kabupaten Tuban untuk memanfaatkan beras Bulog sebagai alternatif, untuk pembelian bisa melalui ‘Kios Kita’ yang ada di daerahnya masing – masing.
Baca Juga: Mancing di Sungai, Ilham Malah Temukan Mayat Wanita Mengapung di Sungai Sukolilo Surabaya
“Ini upaya kami untuk mencukupi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Tuban. Sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bahan pangan pokok yang dibutuhkan,” tutur Agus.
Namun, Kios Kita hingga saat ini baru bisa dijangkau di beberapa Kecamatan atau Pasar Desa dan baru ada di 3 Kecamatan yakni Tuban, Merakurak dan Jenu.
“Dari kekurangan Kecamatan yang lain akan kita intervensi dan yang sudah membentuk 15 titik mitra ‘Kios Kita,” paparnya.
Ia berharap, kedepan semua Kecamatan dapat terfasilitasi oleh Kios Kita dan mitra Kios Bulog yang diintervensi oleh Bulog.
Ditanya soal stok beras, Agus menyatakan stok beras aman, sebab Bulog juga ada beras cadangan pemerintah dalam 1 tahun sekitar 100 ton. [Ayu/ian]
![Harga Beras Naik, Diskopumdag Tuban: Beras Bulog Jadi Alternatif Kepala Diskopumdag Tuban Agus Wijaya saat ditemui awak media. [Foto:Diah Ayu/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/09/dinas.jpg)





