Ekbis

Hama Tikus Serang Tanaman Jagung, Petani di Tuban Terancam Gagal Panen

Kondisi tanaman Jagung yang tinggal bonggolnya setelah diserang hama tikus.

Tuban (beritajatim.com) – Akhir-akhir ini, sejumlah petani jagung yang ada di beberapa wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Tuban harus bersusah payah untuk melawan hama tikus yang mulai menyerang dan merusak tanaman.

Serangan hama tikus itu sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir dan telah merusak puluhan hektare tanaman jagung milik warga yang ada di Kecamatan Montong. Para petani mengaku terancam gagal panen lantaran tanaman jagung rusak.

Dari informasi yang dihimpun beritajatim.com, hawa tikus tersebut menyerang puluhan hektar tanaman jagung milik para petani yang ada di Desa Pakel dan Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Tuban. Jagung-jagung yang sudah berusia lebih dari 2 bulan itu dimakan hama tikus dan langsung habis.

Kondisi tanaman Jagung yang tinggal bonggolnya setelah diserang hama tikus.

“Tikusnya itu datangnya pada malam hari. Dan jumlahnya sangat banyak sekali,” ujar Bambang (40), salah satu petani asal Desa Pakel, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Senin (30/8/2021).

Bambang mengatakan bahwa, bibit jagung yang dia tanam di ladangnya tersebut sebanyak 5 kilogram, namun, dengan serangan hama tikus itu hampir separuh tanaman jagungnya rusak dan tidak bisa untuk diselamatkan.

“Milik saya bibitnya 5 kilogram, dan hampir separuhnya diserang hama tikus,” tambahnya.

Dengan terjadinua serangan hama tikus itu, para petani di Tuban itu bisa mengalami kerugian hingga jutaan rupiah dan ada juga yang terancam gagal panen. Kerugian itu dihitung oleh para petani mulai dari membeli bibit hingga perawatan sampai saat ini.

“Untuk sisa yang dimakan tikus kita berikan kepada hewan ternak,” ungkapnya.

Sementara itu, selain di wilayah Kecamatan Montong, serangan hama tikus itu juga terjadi di lahan jagung milik petani yang ada di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Tuban. Namun, serangan hama tikus di Desa Jadi, Kecamatan Semanding itu tidak terlalu parah sehingga masih banyak jagung yang bisa untuk dipanen. [mut/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar