Gresik (beritajatim.com)– PT Freeport Indonesia (PTFI) merekrut 203 karyawan asal Kabupaten Gresik, dari total 405 karyawan operasional. Karyawan tersebut dinilai memenuhi standar perusahaan usai menjalani berbagai tahap seleksi.
Proses rekrutmen karyawan itu belum berhenti. Pasalnya, PTFI masih membutuhkan dukungan talenta terbaik dan profesional sebelum beroperasi pada Mei 2024.
Human Resources dan Business Service Manager PTFI Smelter menuturkan, pemenuhan kebutuhan tenaga kerja operasional tengah digencarkan oleh PTFI sejak Maret 2023, baik melalui jobfair, perekrutan melalui website, ataupun melalui pemerintahan desa.
“Perekrutan dilakukan secara bertahap dimulai dengan perekrutan Ring 1 Kecamatan Manyar, Ring 2 di Kota dan Kabupaten Gresik, dilanjutkan dengan Ring 3 untuk Jawa Timur, dan Ring 4 untuk skala nasional,” tuturnya, Kamis (17/8/2023).
BACA JUGA:
500 Pekerja Perempuan Turut Andil Membangun Proyek Freeport Indonesia di Gresik
Ia menambahkan, proses rekrutmen masih terus berlangsung dengan serangkaian tahapan yang harus dilalui, mulai dari seleksi administrasi dokumen, psikotes dan interview.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad mengatakan, dirinya mengapresiasi PTFI yang telah memwadahi masyarakatnya terkait dengan proses rekrument tenaga kerja.
“Yang patut kita syukuri bahwa masyarakat Gresik menjadi bagian yang berkontribusi untuk memberikan kesuksesan pada pembangunan smelter, industri kebanggaan Bangsa Indonesia. Proses perekrutan yang panjang jangan disia-siakan. Tumbuhkan loyalitas yang kuat, manfaatkan kesempatan yang dimiliki untuk terus meningkatkan kompetensi,” katanya.
Sementara itu, M. Abdul Rozak Abdullah (25) karyawan operasional PTFI Smelter asal Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar menyatakan kebahagiaannya dapat bergabung dengan PTFI.
BACA JUGA:
Proyek Pembangunan Freeport Indonesia di Gresik Optimis Sesuai Target
“Luar biasa saya bersyukur dapat bergabung bersama PTFI Smelter. Terima kasih Pak Bupati dan PTFI, semoga pemerintah daerah Gresik semakin bersinergi dengan perusahaan dalam berbagai hal. Termasuk perekrutan karyawan. Tunjukkan bahwa kita bukan hanya beruntung tapi memang orang yang punya potensi,” ungkapnya.
Hingga akhir Juli 2023, progres pembangunan fisik smelter PTFI telah mencapai lebih dari 75 persen dan diharapkan dapat selesai akhir tahun 2023 sebelum beralih ke fase pre-commissioning dan commissioning.
Selama 5 bulan dan mulai beroperasi pada Mei 2024. PTFI terus berupaya untuk mematuhi perda tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan dan berkomitmen untuk mengakomodir dan memprioritaskan masyarakat lokal untuk menjadi pekerja operasional PTFI Smelter. [dny/suf]






