Iklan Banner Sukun
Ekbis

Dinas Pertanian Banyuwangi Sidak Daging, Ketemu Pembeli dan Penjual Tak Bermasker

Salah seorang pedagang daging di Pasar Blambangan, Banyuwangi terpaksa memakai masker dari kantong plastik saat Dinas Pertanian dan Pangan setempat melakukan sidak. Sejumlah pedagang dan pembeli di pasar ini terpantau juga tak mengenakan masker saat beraktivitas. (rindi)

Banyuwangi (beritajatim.com) – Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi melakukan tinjauan ke pasar Blambangan menjelang lebaran. Tujuannya memastikan stok dan kelayakan daging yang dijual oleh pedagang pasar.

Kegiatan belum dimulai, petugas Dinas Pertanian dan Pangan justru dikejutkan dengan banyaknya warga yang tak patuh protokol kesehatan. Banyak pedagang maupun pembeli mayoritas tidak memakai masker.

“Ayo, ayo pakai maskernya dulu. Tolong tetap patuh protokol kesehatan,” seru Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Arif Setiawan, Senin (10/5/2021).

Padahal, saat itu kondisi sedang ramai. Banyak pegawai yang mengangkut daging masuk. Bahkan, pembeli juga berjubel bahkan berdesakan.

Salah seorang pedagang daging di pasar Blambangan tidak mematuhi protokol kesehatan karena tidak mengenakan masker saat beraktivitas. (rindi)

“Nggak punya masker pak, minta maskernya,” kata seorang pedagang.

“Saya pakai masker ungkep (pengap) pak, nggak bisa bernafas,” sahut seorang pedagang lain.

Akhirnya, petugas dinas pun turut membagikan masker sebelum giat pengecekan daging dimulai. Satu persatu daging sapi yang digantung kemudian diperiksa dengan sejumlah alat dan dilakukan pencatatan.

“Ya ini rutin setiap menjelang lebaran kita lakukan untuk memastikan kondisi daging yang akan dikonsumsi ini telah memenuhi standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal),” terang Arif.

Hasilnya, memang tidak ditemukan daging yang tidak layak konsumsi. Hanya saja, higienitas masih menjadi catatan. “Tadi ada daging yang diletakkan di bawah lantai. Jadi masalah ini masih menjadi catatan kita,” katanya.

Temuan lain, harga daging lumayan tinggi. Saat ini harganya mencapai Rp 130 ribu.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Arief Setiawan saat memeriksa daging sapi di Pasar Blambangan, Banyuwangi. (rindi)

“Tapi untuk stok sapi dan daging sapi di Banyuwangi masih aman, mencukupi. Rata-rata konsumsi daging warga kita adalah 4,1 ton. Saat ini setiap RPH jumlah pemotongan meningkat cukup banyak karena mencapai 30 ekor. Biasanya hanya 10 sampai 15 ekor saja. Sedangkan populasi sapi 150 ribu,” terangnya.

Sementara itu, Agus Santoso salah seorang pedagang daging sapi menyebut harga kali ini memang ada peningkatan Rp 10 ribu perkilogram. Sebelumnya, harga daging hanya Rp 115 – Rp 120 ribu perkilogram. “Sekarang Rp 130 ribu, meningkat karena harga sapi juga mahal. Naik perekor itu Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta perekor. Ya terpaksa harganya juga naik,” katanya.

Setiap hari, Agus menyebut mampu menyediakan 3 ekor sapi. Tapi saat momen ramadan dan menjelang lebaran jumlah sapi yang dipotong bertambah hingga 6 ekor. “Kita dapat sapinya mudah, dari Banyuwangi saja. Tapi ada juga yang masuk dari Bali,” pungkasnya.

Catatan lain, harga daging kambing Rp 150 ribu perkilo dan harga ayam broiler Rp 35 ribu, sedangkan ayam kampung Rp 85 ribu. (rin/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar