Ekbis

Bandara Internasional Banyuwangi dan Sejarah 9 Agustus

Banyuwangi (beritajatim.com) – Sejarah panjang Bandara Internasional Banyuwangi tak jauh dengan angka 9. Tahun lalu, tepat pada 9 Agustus 2018 menjadi hari bersejarah pertama kalinya.

Karena, kala itu untuk pertama kalinya pesawat type Narrow dengan besar A320 landing di Bandara Internasional Banyuwangi. Disusul, sejarah selanjutnya terjadi pada hari ini.

Pasalnya, tepatnya pada 9 Agustus 2019, PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Banyuwangi membuka rute penerbangan dari dan ke BWX-DPS (Banyuwangi-Bali). Rute penerbangan ini ditambah mengingat semakin banyaknya jumlah penumpang di Bandara Internasional Banyuwangi.

“Tingginya minat penumpang untuk rute penerbangan dari dan ke Banyuwangi-Bali terbukti pada penerbangan perdana keberangkatan BWX-DPS (Banyuwangi-Denpasar) yang mencapai 150 jumlah penumpang dan jumlah penerbangan dari DPS-BWX juga cukup drastis, yaitu sebanyak 108 penumpang. Diperkirakan jumlah penumpang akan terus meningkat untuk kedepannya,” kata Executive General Manager PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Banyuwangi Anton Marthalius, Jumat (9/8/2019).

Jadwal penerbangan dengan rute dari dan ke BWX-DPS (Banyuwangi-Bali) dibuka di setiap hari dengan menggunakan pesawat Citilink. Pada setiap harinya, pesawat Citilink melakukan satu kali penerbangan keberangkatan pada pukul 08.00 WIB. Untuk keberangkatan penerbangan dari Bali menuju Banyuwangi dimulai pada pukul 10.05 WIB.

“Semakin banyaknya rute penerbangan di Bandara Internasional Banyuwangi tentunya tidak hanya berdampak positif bagi PT. Angkasa Pura II Kantor Cabang Banyuwangi selaku pengelola bandara, dampak positif juga turut dirasakan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, khususnya sektor pariwisata. Dengan bertambahnya rute penerbangan, tentunya juga akan menambah jumlah wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata yang ada di Banyuwangi,” terangnya.

Biasanya, lanjut Anton, waktu tempuh dari dan ke Banyuwangi-Bali yang biasanya ditempuh kurang lebih 5 jam menggunakan dua transportasi. Yaitu transportasi darat dan transportasi laut.

Tapi kini dengan adanya yang melayani di rute tersebut, waktu tempuh perjalanan hanya memakam waktu sekitar 50 menit penerbangan. Kondisi ini akan membuat waktu perjalanan wisatawan berjalan lebih efisien. Transportasi yang baik dan mudah di akses akan memudahkan wisatawan untuk berkunjung ke Banyuwangi.

“Selain itu, harga tiket pesawat yang masih terjangkau menjadi salah satu faktor banyaknya minat penumpang,” ujarnya.

Bandara Internasional Banyuwangi juga terus meningkatkan mutu pelayanan, sarana dan prasarana sebagai upaya menarik daya minat penumpang baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing. Harapannya, kedepan mampu menunjang peningkatan pariwisata di Banyuwangi.

“Kedepan kondisi traffic serupa akan terus bertambah. Sehingga Bandara Internasional Banyuwangi akan semakin ramai dan semoga dapat membantu perkembangan pariwisata di Banyuwangi,” pungkasnya. [rin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar