Jombang (beritajatim.com) – Sebanyak 229 orang di Jombang positif terjangkit HIV/AIDS. Jumlah itu terhitung mulai Januari hingga Oktober 2023. Demikian data yang ada di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang.
Kepala Bidang P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinkes Jombang Haryo Purwono menjelaskan, sebanyak 229 warga Jombang yang terdeteksi HIV/AIDS itu yang paling mendominasi tersebar di lima kecamatan.
Rinciannya, 24 kasus dari Kecamatan Jombang, 18 kasus dari Kecamatan Jogoroto, 18 kasus dari Mojoagung, 17 kasus dari Diwek dan 15 kasus dari Kecamatan Kabuh. “Sedangkan sisanya, tersebar merata di beberapa kecamatan,” ujar Haryo, ditulis pada Minggu (3/12/2023).
Haryo mengungkapkan, dari jumlah tersebut, yang paling banyak terkena adalah kalangan usia produktif yakni usia 25-49 tahun. Apa faktor penyebabnya? “Paling banyak karena hubungan seksual bebas,” tegasnya.
BACA JUGA: Kata Dosen UINSA Surabaya Soal LGBT, Media Sosial dan HIV/AIDS di Blitar
Pihaknya kemudian membeber data kasus HIV/AIDS dalam tiga tahun terakhir. Pada 2020, Dinkes mencatat ada 179 kasus baru, lalu 2021 berkurang menjadi 156 kasus. Lalu 2022 melonjak lagi, 196 kasus baru.
“Nah, mulai Januari hingga Oktober 2023 ini temuan angkanya mencapai 269 kasus. Kami sudah melakukan berbagai upaya pencegahan. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi HIV/AIDS, baik kepada anak-anak sekolah maupun kelompok masyarakat,” pungkasnya.
Human Immunodeficiency Virus atau biasa disingkat dengan HIV adalah salah satu jenis virus yang dapat menyebabkan penyakit serius bagi penderitanya. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.
Apabila tidak ditangani sesegera mungkin, infeksi HIV ini dapat berkembang hingga mencapai stadium akhir. Stadium akhir dari HIV adalah AIDS. AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh sudah tidak mampu lagi melawan infeksi yang masuk. [suf]






