Banjarmasin (beritajatim.com) – Terminal Peti Kemas (TPK) Banjarmasin mencatat kinerja solid hingga Triwulan III tahun 2025 dengan kenaikan arus peti kemas yang signifikan. Tercatat, volume peti kemas yang ditangani dari Januari hingga September 2025 mencapai 417.473,75 TEUs, tumbuh sebesar 4,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 398.006 TEUs.
Kinerja positif ini merupakan hasil dari inisiatif strategis TPK Banjarmasin yang fokus pada efisiensi operasional dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Kinerja positif yang kami catatkan hingga Triwulan III ini adalah hasil nyata dari komitmen kami pada peningkatan kualitas layanan,” jelas TH TPK Banjarmasin, Sirin Purnomo.
Salah satu pilar keberhasilan utama adalah transformasi SDM melalui pelatihan Container Terminal Operations (CTO) yang dilanjutkan dengan On The Job Training, guna meningkatkan keahlian teknis personel lapangan.
Selain peningkatan kompetensi SDM, efisiensi operasional didukung oleh penerapan sistem Hot Seat. Sistem ini berhasil memangkas waktu tunggu pergantian operator alat berat, yang secara langsung mempercepat layanan bongkar muat kapal. Dampaknya terlihat pada rata-rata Box Ship per Hour (BSH) TPK Banjarmasin yang mencapai angka 28,10. Peningkatan kecepatan ini turut menurunkan Port Stay kapal di terminal.
Tanggapan positif datang dari pengguna jasa. Bagus, perwakilan dari PT Tanto Intim Line, mengapresiasi peningkatan layanan tersebut.
“Responsivitas mereka dalam menangani kendala operasional sangat membantu kelancaran bisnis kami,” ujar Bagus.
Ke depan, TPK Banjarmasin menegaskan akan melanjutkan transformasi layanan. Perusahaan berencana menerapkan Truck Booking System (TBS) untuk mengatur jadwal truk eksternal yang akan masuk ke terminal, sebuah langkah yang diharapkan akan lebih mengoptimalkan layanan secara berkelanjutan. TPK Banjarmasin optimis momentum positif ini akan terus terjaga hingga akhir tahun, memperkuat perannya sebagai bagian dari PT Pelindo Terminal Petikemas.[rea]






