Surabaya (beritajatim.com) – Pada dasarnya mengonsumsi biji pepaya, baik secara langsung, berupa infused water, atau pil ekstrak, dapat memberikan beragam manfaat bagi kesehatan. Beberapa di antaranya sebagai antibakteri alami, mencegah risiko penyakit kanker, anti cacing, hingga membantu mengurangi penyerapan lemak.
Meski memiliki beragam manfaat, ternyata biji pepaya juga memiliki efek samping. Terlebih ketika diekstraksi, biji pepaya justru tinggi akan oksalat. Di mana hal ini dapat memberatkan fungsi ginjal dan meningkatkan risiko batu ginjal karena kadarnya tersebut.
Banyak orang beranggapan bahwa biji pepaya dapat mencegah kerusakan ginjal. Terlebih karena kandungan antioksidannya yang tinggi. Namun, penelitian ini belum terbukti untuk manusia, karena sampai saat ini tahap mengujian masih pada tikus. Sehingga untuk memaksimalkan fungsi ginjal, ada baiknya hindari dahulu konsumsi biji pepaya.
Selain itu, kandungan benzyl isothiocyanate juga dapat menurunkan kesuburan pada pria dan juga wanita. Jika pada pria, bisa jadi kualitas sperma menurun, sperma menjadi rusak, hingga yang paling parah ozoospermia atau sperma tidak ada sama sekali.
Sedangkan pada wanita, hal ini bisa merusak endometrium, uterus tidak subur, hingga terjadinya kegagalan pembuahan. Tak ayal bagi orang-orang yang ingin atau sedang melakukan program hamil, tidak disarankan untuk mengonsumsi biji pepaya.
Sebaliknya, pasangan suami istri bisa menggunakan biji pepaya untuk metode pencegahan atau kontrasepsi. Namun, hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut terhadap efek samping dan juga keamanannya.
Selain itu, biji pepaya juga dianggap berisiko merusak struktur DNA hingga mengganggu fungsi seh sehat. Untuk hal ini memang masih perlu penelitian lebih mendalam. Sehingga untuk mengantisipasi segala efek samping yang dapat membahayakan tubuh, ada baiknya untuk mengurangi jumlah konsumsi biji pepaya.
Jika ingin mendapatkan manfaat kesehatan tertentu, memang disarankan untuk melakukan konsultasikan terlebih dahulu pada dokter. Hal ini berguna untuk mencegah efek samping atau risiko timbulnya penyakit lain. (Fyi/ian)






