Lamongan (beritajatim.com) – Sekitar 600 anak dari Sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak-kanak (TK) di Kabupaten Lamongan mengikuti wisata edukasi yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lamongan, Senin (27/11/2023).
Dengan titik kumpul di Pendopo Lokatantra, ratusan anak dari 22 sekolah tersebut kemudian diajak untuk berkunjung ke 6 titik lokasi wisata edukasi di Lamongan.
Kepala Disparbud Kabupaten Lamongan, Siti Rubikah membenarkan bahwa kegiatan wisata edukasi ini diikuti sebanyak 22 sekolah atau 600 anak dari TK dan SD. Kegiatan ini dilakukan selama 3 hari berturut-turut, dengan peserta 200 anak per harinya.
Adapun 6 lokasi wisata yang dimaksud, Rubikah menyebutkan, di antaranya cagar budaya di Masjid Agung Lamongan dan Toren di Alun-alun Lamongan, Polres Lamongan, Kejaksaan Lamongan, serta Musem Sunan Drajat yang berada di Kecamatan Paciran.
“Kegiatan rutin tahunan ini memiliki tujuan untuk membentuk dan membekali generasi muda dengan wawasan potensi lokal. Karena dengan wawasan ini, nantinya akan mampu mendukung generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan ke depan,” kata Rubikah.
Dalam kesempatan sama, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang hadir untuk memberangkatkan ratusan siswa-siswi itu menjelaskan bahwa wisata edukasi merupakan pembelajaran secara rekreatif, yang diyakini bisa lebih efektif diserap oleh anak-anak.
Orang nomor satu di Kabupaten Lamongan ini juga sangat mengapresiasi Disparbud yang sudah menggelar kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini bisa mendorong generasi muda untuk semakin memahami sejarah Lamongan dan menumbuhkan rasa bangga terhadap tanah kelahirannya.
“Kabupaten Lamongan sendiri memiliki banyak sekali wisata edukasi yang berisi wawasan tentang sejarah Lamongan. Generasi muda harus paham tentang itu, agar rasa cinta terhadap Kabupaten Lamongan dapat mendorong mereka dalam berkontribusi terhadap pembangunan daerah di masa depan,” tutur Bupati Yuhronur.
Lebih lanjut, Bupati Yuhronur yang menyempatkan diri untuk menyapa ratusan siswa-siswi SD ini juga memberikan sedikit wawasan tentang fungsi pendopo lokatantra sebagai pusat pelaksanaan kegiatan pemerintah di Kabupaten Lamongan.
“Kalian sekarang berada di tempat sebagai pusat pelaksanaan kegiatan di Kabupaten Lamongan yakni pendopo. Di sekitar sini ada Masjid Agung, di sana terdapat gentong bersejarah dalam kisah Dewi Andansari dan Dewi Andanwangi saat menemui Panji Laras dan Panji Liris,” terangnya.
Sementara itu, siswa-siswi Lamongan yang mengikuti kegiatan wisata edukasi pada kloter pertama ini tampak antusias dan senang. Mereka berasal dari SDN Sumberjo, SDN Kembangbahu 2, TK Madani, RA Darul Ulum, SDN Pangkatrejo, SDN Sugihrejo 2, SDN Pandanpancur 2 dan SDN Takeran 1.
Fikar, salah satu siswa dari SD Pangkatrejo mengaku sangat antusias mengikuti wisata edukasi ini. Hal itu lantaran dirinya bisa mendapat pelajaran tentang sejarah Lamongan sambil berekreasi dengan teman-temannya. “Iya, senang sekali, bersama teman-teman bisa jalan-jalan di Lamongan dan belajar sejarah,” akunya.[riq/kun]
BACA JUGA: Tabrak Truk Parkir di Lamongan, Warga Bojonegoro Tewas






