Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Persebaya Surabaya, Eduardo Perez, mengungkapkan rasa syukurnya setelah timnya berhasil melewati pertandingan sebelumnya tanpa ada pemain yang terkena akumulasi kartu.
Hal ini menjadi keuntungan besar bagi skuad Bajul Ijo dalam mempersiapkan laga melawan Persik Kediri pada Jumat, 7 November 2025, di Stadion Gelora Joko Samudra, Gresik.
“Saya senang bahwa pemain tidak ada kartu, tapi setiap pertandingan tentu berbeda. Salah satunya di pertandingan lawan Biak contohnya harus dapat kartu merah, tapi kali ini tidak,” kata Eduardo Perez, yang akrab disapa Edu, Kamis (6/11/2025).
Ini menandakan bahwa Persebaya akan memasuki pertandingan mendatang dengan skuad lengkap dan tidak terhambat oleh akumulasi kartu.
Namun, Edu juga mengingatkan bahwa situasi seperti ini bisa saja berubah. Pemain yang terkena akumulasi bisa menyulitkan tim dalam pertandingan selanjutnya. Salah satu contoh adalah Leo Lelis yang masih harus absen akibat akumulasi kartu saat pertandingan melawan PSBS Biak.
“Jika ada lagi pemain yang terkena akumulasi, tentu itu akan menyulitkan tim. Tetapi, saat ini kami berharap semua pemain bisa berlatih dengan intensitas tinggi dan melakukan persiapan yang matang. Semoga mereka bisa lebih berhati-hati untuk menghindari pelanggaran, tapi kalau terpaksa melakukan pelanggaran, ya kita tidak bisa berbuat apa-apa,” tambahnya.
Meskipun jadwal pertandingan yang padat sedikit membebani tim, Edu menilai kondisi fisik para pemain cukup bagus. Ia mengakui bahwa waktu yang terbatas untuk persiapan menjelang laga melawan Persik Kediri menjadi tantangan tersendiri, namun ia tetap optimistis.
“Hari ini adalah latihan terakhir kami. Kami tetap melakukan analisis lawan dan fokus pada laga berikutnya, meski waktu kami terbatas,” ujar Eduardo Perez, yang terus mengupayakan strategi terbaik untuk timnya.
Di sisi lain, pemain asal Timor Leste, Gali De Frietas, juga mengungkapkan kesiapan mental dan fisiknya. Menurutnya, ia dan rekan-rekannya sudah mempersiapkan diri dengan baik, baik dari segi fisik maupun mental.
“Kalau dari saya sendiri, fisik saya, saya recovery sendiri. Itu prediksi, saya tetap jaga. Nah, itu kan pertandingan sangat dekat. Kita butuh juga ekstra tenaga. Para pemain juga melakukan hal yang sama,” ujar Gali, yang menunjukkan profesionalisme tinggi dalam menjaga kondisi tubuhnya.
Dengan persiapan yang maksimal, Persebaya Surabaya berharap bisa tampil lebih baik di laga melawan Persik Kediri dan meraih hasil positif untuk melanjutkan perjalanan mereka di kompetisi. [way/suf]






